BNPB dan Pemerintah Daerah Optimalkan Perbaikan Akses Darat Sumbar

Akses di wilayah Silungkang yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali. Sejumlah titik, termasuk di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang Kec. Palembayan Kab. Agam, akses masih terputus karena timbunan material lumpur, batu dan kayu, Rabu (3/12).
Akses di wilayah Silungkang yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali. Sejumlah titik, termasuk di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang Kec. Palembayan Kab. Agam, akses masih terputus karena timbunan material lumpur, batu dan kayu, Rabu (3/12). (BNPB) (Foto: BNPB)

Hingga Rabu (3/12), proses pembersihan material longsor terus berlangsung di sejumlah titik di Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Solok, dan Pasaman. Normalisasi sungai juga dilakukan, termasuk pembersihan lumpur, batu, dan kayu di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Agam.

Dengan perbaikan akses yang terus dikebut, pemerintah berharap distribusi bantuan pangan maupun non-pangan dapat kembali berjalan lancar. BNPB bersama pemerintah daerah juga terus memetakan kawasan yang masih terisolir, khususnya di Kota Padang, Padang Pariaman, dan Agam.

BACA JUGA:  Prabowo Ajak Jajaran Pemerintah Tunjukkan Kesederhanaan Jelang Idulfitri

Distribusi Bantuan Lewat Jalur Udara

Untuk wilayah yang belum bisa dijangkau melalui jalur darat, BNPB berkolaborasi dengan Basarnas dan TNI melakukan pengiriman bantuan menggunakan helikopter. Pada Rabu (3/12) hingga pukul 18.00 WIB, tercatat 6,5 ton bantuan disalurkan ke Padang Pariaman, Agam, Solok, dan Pesisir Selatan.

Rincian distribusi bantuan pada hari tersebut meliputi:

  • Kabupaten Agam: 4,1 ton
  • Padang Pariaman: 843 kg
  • Solok: 808 kg
  • Kota Pariaman: 430 kg
  • Pesisir Selatan: 250 kg
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top