Senin, 24 Juni, 2024

Ketua J2PS Agustinus Apollonaris Daton dan jajaran pengurus saat wawancara dengan pengelolah TPST Kertalangu. (Foto: M-011)

DENPASAR,MENITINI.COM-Bau busuk sampah yang sempat membuat polemik warga Biaung Denpasar dengan memasang baliho bertuliskan ‘Desa Budaya jadi Desa Baudaya’ beberapa waku lalu, mendapat respons dari banyak pihak. Bahkan untuk mengatasi bau tersebut, kegiatan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu sementara dihentikan.
Media ini bersama dengan Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) mendapat kesempatan untuk mengunjungi TPST yang berada di Jalan by Pass IB Mantra itu, dan bertemu langsung dengan Direktur Umum PT. Bali Citra Metro Plasma Power (BCMPP) Andrean Raditya dan General Manajer R. Agung Priyanto yang merupakan pengelola TPST itu.
Dalam keterangannya, R. Agung Priyanto menjelaskan banyak hal tentang TPST itu. Salah satu yang disampaikannya adalah penyebab bau busuk itu. Menurutnya timbulan bau itu bukan dari proses kondensasi saja tetapi juga di hanggar terjadi penumpukan sampah.
“Adanya penumpukan, jadi bukan hanya sampah baru datang tapi karena memang proses kami yang belum bisa mencapai one day service. Belum bisanya dilakukan one day one service karena turn over (tingkat karyawan resign, red) kami terhadap SDM (Sumber Daya Manusia) masih sangat tinggi,” jelas Agung.
Mesin akan bisa beroperasi dengan baik, tambah Agung, manakala kebutuhan SDM-nya terpenuhi. “Karena mesin adalah teknologi untuk membantu kinerja, yang memegang kendali kan manusianya. Jadi ketika orangnya nggak ada, ini pasti akan bemasalah terhadap sistem beroperasinya,” tambah Agung.
Agung memastikan, bahwa permasalahan bau busuk sampah akan selesai pada Agustus ini. “Permasalahan bau akan selesai pada Bulan Agustus. Saat ini pengolahan sampah dalam tahap pembersihan sampah yang masih menumpuk,” ujarnya. (M-011)

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  KKP Edukasi Siswa SD untuk Kelola Sampah Plastik