Bank Mandiri Kelola Aset Rp1.200 Triliun

Rully Setiawan, CEO Bank Mandiri Bali dan Nusra

DENPASAR, MENITINI.COM– Bank Mandiri Bali-Nusra memastikan layanan bank sejak Sabtu (20/7)  sore telah normal dan dana nasabah dipastikan aman dan tidak hilang mengingat pada pukul 16.00 sore waktu setempat recovery sudah terjadi. “Pada saat kejadian nasabah tidak panik atau sampai demonstrasi. Nasabah di Bali Nusra tergolong kondusif saat terjadinya perubahnya nilai saldo sebagian nasabah akibat proses pemeliharaan dan peningkatan kualitas sistem teknologi informasi (IT),” kata CEO Bank Mandiri Bali Nusra Rully Setiawan di Denpasar, Senin (22/7/2019).

Menurutnya kondusifnya nasabah di Bali Nusra saat kejadian tersebut terlihat dari adanya 63 nasabah dari 1 juta rekening yang menanyakan ke call center untuk mendapatkan informasi terkait adanya perbedaan saldo mereka. Ada pula nasabah yang langsung datang ke kantor cabang terdekat untuk meminta informasi termasuk menghubungi pihak bank yang mereka kenal untuk menanyakan kenapa terjadi perbedaan saldo. “Selebihnya tidak ada nasabah yang komplin karena ketika diterangkan mereka mengerti, apalagi recovery segera dilakukan. Terbukti sore hari sudah kembali normal dan dana nasabah aman,” jelasnya.

BACA JUGA:  Angkie Yudistia Dorong Pemasaran Produk UMKM Kaum Disabilitas di Destinasi Wisata Bali

Disinggung terkait dana nasabah yang bertambah dan terlanjur ditarik, diakui Rully bank umumnya akan menghubungi nasabah dan dijelaskan. Umumnya nasabah mau diajak kerja samanya. Pihaknya pun meminta maaf kepada semua nasabah dan ke depannya kondisi ini tidak akan sampai terjadi lagi. Kejadian tersebut jarang terjadi mengingat permasalahan ada dis istem.

Kendati demikian ia memastikan saldo nasabah telah diamankan megingat bank memiliki penampungan data kurang lebih ada empat dan tidak ditempatkan di satu tempat saja. “Mandiri mengelola aset Rp1.200 triliun, jadi bank BUMN tidak boleh asal-asalan,” tegasnya poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*