Bali Jadi Tuan Rumah Pembuka Red Bull Cliff Diving 2026, Kolaborasi TNI AL Pastikan Keamanan di Dua Lokasi Ekstrem

Tebing T-Rex Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung menjadi salah satu lokasi Red Bull Cliff Diving 2026.
Tebing T-Rex Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung menjadi salah satu lokasi Red Bull Cliff Diving 2026.

DENPASAR,MENITINI.COM – Indonesia menegaskan kesiapan sebagai tuan rumah pembuka musim ke-17 Red Bull Cliff Diving World Series 2026 melalui kolaborasi strategis dengan TNI Angkatan Laut (AL). Sinergi ini menggabungkan standar global dengan kepakaran maritim lokal untuk memastikan suksesnya ajang olahraga ekstrem kelas dunia yang untuk pertama kalinya digelar di dua lokasi menantang di Bali.

Sebanyak 24 atlet putra dan putri akan memulai kompetisi di Air Terjun Kroya, Buleleng. Dalam debut yang belum pernah terjadi sebelumnya, para atlet akan melakukan lompatan akrobatik dari pohon setinggi 20–21 meter menuju kolam alami sedalam lima meter.

Setelah itu, puncak kompetisi akan berlangsung di Nusa Penida, tepatnya di Tebing T-Rex Pantai Kelingking. Di lokasi ini, para atlet akan melompat dari tebing tinggi ke perairan Samudera Hindia yang dikenal memiliki ombak besar.

Dalam penyelenggaraan ini, TNI AL berperan penting dengan menghadirkan pemahaman mendalam mengenai karakteristik perairan Indonesia. Mulai dari analisis arus laut, pola cuaca, hingga kondisi spesifik di kedua lokasi menjadi bagian dari dukungan operasional yang diberikan.

BACA JUGA:  Pemuda Disabilitas Asal Dobo, Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional 

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan, dukungan pengamanan dan operasional dari TNI AL menjadi bagian penting dalam menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga dunia.

TNI AL juga akan mengerahkan armada serta personel gabungan dari berbagai satuan, termasuk penyelam yang akan tergabung dalam tim penyelamat (rescue diver) bersama tim Red Bull Blue & Silver. Mereka akan bersiaga penuh untuk menjamin keselamatan para atlet.

Dengan dukungan tersebut, para atlet dapat tampil maksimal meski menghadapi tantangan ekstrem. Dalam kompetisi ini, atlet perempuan akan melompat dari ketinggian 21 meter, sementara atlet pria dari 27 meter—hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan loncat indah Olimpiade.

Selain aspek teknis dan keselamatan, penyelenggaraan ajang ini juga melibatkan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Buleleng, di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Bali, memastikan kegiatan ini memberi dampak positif berkelanjutan bagi daerah.

BACA JUGA:  Giri Prasta Resmi Pimpin KONI Bali, Fokus Benahi Manajemen dan Siapkan Prestasi PON 2028

Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut ajang ini sebagai kehormatan bagi Pulau Dewata. Menurutnya, Red Bull Cliff Diving World Series tidak hanya menampilkan aksi atlet kelas dunia, tetapi juga menjadi sarana promosi keindahan alam Bali ke panggung global.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya dalam setiap penyelenggaraan event internasional di Bali.

Setelah seri pembuka di Bali, kompetisi akan berlanjut ke sejumlah negara, yakni Amerika Serikat, Denmark, Bosnia & Herzegovina, Italia, hingga ditutup di Oman pada November 2026. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top