JAKARTA,MENITINI.COM – Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) diminta tidak menganggap remeh pekerjaan administratif. Ketelitian, akurasi data, dan integritas aparatur dinilai menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan kebijakan perlindungan lingkungan.
Hal itu disampaikan Sekretaris KLH/Sekretaris Utama BPLH Rosa Vivien Ratnawati dalam kegiatan penguatan motivasi bertajuk “ASN KLH/BPLH sebagai Garda Terdepan dalam Menjaga Bumi” di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Dikutip dari laman KLH/BPLH, Rosa Vivien mengatakan, setiap pekerjaan yang dilakukan ASN memiliki dampak terhadap kualitas pengambilan kebijakan pemerintah. Karena itu, data lingkungan harus disajikan secara valid, sementara laporan pengawasan harus disusun secara jujur dan objektif.
Menurut dia, kedua hal tersebut menjadi instrumen penting bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan persoalan lingkungan hingga penindakan terhadap pihak yang melanggar hukum.
“Jangan pernah merasa bahwa pekerjaan kita terlalu kecil untuk memberikan dampak. Kita bekerja tidak hanya secara administrasi, tetapi pakai hati nurani,” tegas Rosa Vivien.
Untuk membangun budaya kerja tersebut, Rosa Vivien menekankan lima karakter yang perlu dimiliki setiap ASN KLH/BPLH. Kelima karakter itu yakni kesadaran ekologis, profesionalisme berbasis sains, integritas tanpa kompromi, semangat kolaborasi, dan keteladanan.
Sementara itu, pakar pengembangan sumber daya manusia (SDM) Wahyu Suprapti mendorong ASN melakukan transformasi dalam menjalankan tugas birokrasi. Hal itu disampaikan melalui materi bertajuk “ASN Transformer: Mengubah Birokrasi, Meningkatkan Pelayanan, Menciptakan Dampak”.
Wahyu menilai keberhasilan birokrasi saat ini tidak cukup diukur dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan administratif dengan cepat. Lebih dari itu, birokrasi harus mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, ASN dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, bekerja secara lincah, serta berorientasi pada penyelesaian masalah. Namun, kecepatan pelayanan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap hukum dan standar moral.
“Cepat tetapi tetap berintegritas,” ujar Wahyu.
Ia juga mendorong ASN untuk membangun inovasi dari hal-hal sederhana di lingkungan unit kerja masing-masing.
KLH/BPLH menilai penguatan kapasitas dan karakter ASN menjadi bagian penting dalam mewujudkan perlindungan lingkungan yang berkualitas. Kedisiplinan, ketepatan data, serta integritas aparatur menjadi fondasi dalam memastikan kebijakan lingkungan berjalan efektif dan berkeadilan. (M-011)
- Editor: Daton

