Pemindai suhu tubuh dipasang di titik-titik krusial jalur kedatangan dan keberangkatan, baik internasional maupun domestik. Total sekitar 25 unit thermo scanner dipastikan berfungsi normal dan aktif melakukan pemantauan suhu tubuh penumpang yang melintas setiap hari.
Bandara Ngurah Rai sendiri melayani rata-rata 66.000 penumpang per hari. Hingga saat ini, belum ditemukan penumpang dengan indikasi demam tinggi yang mengarah pada dugaan super flu. Meski demikian, pengelola bandara tetap menyiagakan personel serta prosedur penanganan awal jika ditemukan kasus mencurigakan.
Selain pemantauan suhu, pihak bandara juga terus berkoordinasi dengan Balai Karantina Indonesia dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk memastikan respons cepat apabila terjadi perkembangan situasi. Saat ini, status kewaspadaan masih berada pada level imbauan, tanpa penerapan protokol kesehatan khusus seperti pembatasan perjalanan.









