Rabu, 29 Mei, 2024

Marthen Gabriel, S.T., M.Eng anak seorang nelayan dari Yotowawa MBD, berhasil mengenyam pendidikan di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. (Foto: Istimewa)

AMBON, MENITINI.COM– Inilah sosok Marthen Gabriel, S.T., M.Eng anak seorang nelayan yang berhasil kuliah di Amerika Serikat. Jalan meraih cita-cita itu sempat terbuka, saat ada kesempatan mendapat beasiswa masuk SMA Siwalima dan pernah membawa harum nama sekolan saat ia mejuarai OSN kimia tingkat nasional. 

Kemudian Marthen mendapat kesempatan mengenyam S-1 Teknik Nuklir di UGM Jogja dan mengayunkan langkah melanjutkan S-2 di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat karena keteguhan dan kecerdasannya. Kesempatan emas memperoleh beasiswa itu tidak disia-siakan olehnya. Marthen melanjutkan pendidikan dengan mengambil Teknik Nuklir, Nuclear Engineering in Texas A&M University, USA.

Marthen dikenal sebagai sosok yang selalu tampil dengan sederhana, tinggi dalam bersopan santun, rendah hati dan berjiwa tenang. Kini ia telah menyelesaikan studi S-2 tepat waktu.

BACA JUGA:  Upacara Hardiknas 2024 di Jembrana

Keberhasilan Marthen ikut memberi pelajaran berharga bagi generasi muda kususnya anak-anak Negeri Yotowawa MBD tentang pentingnya pengembangan sumber daya manusia di bidang ilmu pengetahuan. 

SMA Siwalima sebagai salah satu lembaga pendidikan yang ada di Kota Ambon, tentu berperan mempelopori gagasan-gagasan besar yang dulu pernah ditorehkan oleh Marthen saat ia menjuarai OSN kimia tingkat nasional. 

Buah dari kerja kerasnya membawa Marthen Gabriel sukses meraih magister di Amerika. 

Kini salah satu putera terbaik Maluku, aset Maluku Barat Daya anak seorang nelayan, ayahnya benama Agustinus Gabriel dan ibunya Maria Saununu yang sehari-harinya bekerja sebagai salah satu staf di Kantor Camat, Kisar Selatan, ucap Ayon, kakak sepupunya saat dikonfirmasi media ini, Kamis (5/10/2023).

BACA JUGA:  Sejarah Baru, Student Atlet Cantik Indonesia ini Berhasil Raih Juara Renang Artistik di Kanada

Anak sulung dari 6 bersaudara ini tak lupa menyampaikan terima kasih kepada keluarga, terutama ayah dan ibunya.

“Sosok ayah dan ibu merupakan motivator dan inspirator terhebat dalam hidupnya, yang selalu ada untuk dirinya. Tidak peduli seperti apa aku, tidak peduli seberapa buruk hidupku, mereka tetap menyayangi aku,” kenangnya. 

Ditambahkan, terima kasih yang tak terhingga kepada Tuhan Yesus dan juga ayah, ibu, semua saudara dan keluargaku yang telah mendukungku dan mengantarku ke titik ini, tanpa doa kalian, aku tidak akan berhasil seperti ini, tutupnya. (M-009)

  • Editor: Daton