Alat Berat Rusak, TPA Temesi, Gianyar Ditutup Sementara

GIANYAR,MENITINI.COM-Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Temesi, Gianyar Bali ditutup sementara. Alat berat yang biasanya digunakan untuk loading sampah mengalami kerusakan, sehingga menimbulkan kemacetan truk karena muatan sampahnya tidak bisa diturunkan.

Antrian truk panjang itu juga menyebabkan kemacetan di Desa Temesi. Sampai pada akhirnya, sampah yang ada di desa tidak bisa diangkut ke TPA karena tidak lagi bisa buang sampah ke TPA. Kondisi ini akhirnya diambil langkah kepada warga untuk menyimpan sementara dulu sampahnya di rumah masing-masing. 

Salah satu Prajuru Desa Adat Peliatan, I Nyoman Astana, Kamis (21/3/2024) mengatakan, pihaknya di Desa Adat Peliatan telah menginformasikan hal tersebut kepada warga.

“Kita di Peliatan sudah sejak kemarin memberikan informasi pada warga, astungkara warga kami memaklumi, dan berharap segera diperbaiki atau diganti,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sampah Kiriman Muncul  Lagi,  Sulit Diprediksi Musim Hujan Tak Menentu

Dikonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Ni Made Mirnawati membenarkan hal tersebut. “Ya, saat ini terjadi kerusakan alat berat yang selama ini kita gunakan untuk membantu menurunkan, dan menata sampah dari desa yang masuk ke TPA,” jelas Mirnawati.

Perbaikan alat berat ini membutuhkan waktu sekitar dua hari. Namun supaya sampah-sampah rumah tangga tidak menumpuk di rumah warga dalam waktu lama, sehingga solusi jangka pendek yang dilakukan adalah menyewa alat berat.

“Kita upayakan untuk melakukan perbaikan dan melakukan penyewaan alat berat. Perbaikan estimasinya memakan waktu dua hari, sedangkan alat berat sewa rencananya mukai Kamis sampai alat berat selesai diperbaiki,” jelasnya. 

BACA JUGA:  Terbitkan 378 Surat Rekomendasi Penerbitan Air Bawah Tanah, Begini Dalil Pejabat Perumda Tirta Mangutama

Dijelaskan lagi, selama TPA ditutup, diharapkan sampah disimpan dulu di rumah, arau dipilah, mana organik, non organik. “Kondisi ini tidak visa diprediksi, kami harap warga Gianyar maklum,” harap Mirnawati. (M-011)