Menyikapi kondisi tersebut, BMKG menekankan pentingnya peningkatan literasi kebencanaan di tengah masyarakat. Sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana dinilai krusial untuk menekan risiko kerusakan maupun korban jiwa jika terjadi gempa yang lebih kuat.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan mitigasi mandiri saat merasakan guncangan gempa yang kuat dan berlangsung lama. Langkah awal yang disarankan antara lain melindungi kepala, menjauhi kaca dan bangunan yang rentan roboh, serta segera menuju area terbuka. Warga di wilayah pesisir juga diminta menjauh dari pantai guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Bali sendiri tercatat memiliki sedikitnya 26 sesar aktif dan potensial yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jimbaran, Denpasar, Klungkung, Pantai Timur Bali, Tampaksiring, hingga kawasan barat dan utara seperti Negara, Gilimanuk, Seririt, Pupuan, dan Tejakula.









