Akhir Agustus Rampung, Penataan GWK untuk Venue Welcoming Dinner

Akses jalan yang dibuat untuk alur keluar kendaraan Kepala Negara KTT G20
Akses jalan yang dibuat untuk alur keluar kendaraan Kepala Negara KTT G20. (FOTO: M-003)

JIMBARAN, MENITINI.COM – Sebagai venue welcoming dinner dan cultural night KTT G20, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park terus melakukan penataan kawasan.

Pengerjaan utama penataan diantaranya pembongkaran gerbang masuk utama, pembuatan akses jalur pulang kepala negara, pelandaian area festival park mempermudah akses pejalan kaki. Selain itu, ada pula kelengkapan fasilitas yang diperlukan, seperti CCTV, lampu penerangan dan persiapan lain yang sifatnya kecil.

Menurut Marcom & Event Division Head GWK Andre Prawiradisastra, sangat banyak persiapan yang dilakukan pihaknya sebagai salah satu venue utama KTT G20. Seperti renovasi area tempat welcoming dinner, beautifikasi, maupun pembukaan akses baru bagi tamu undangan negara yang hadir nantinya.

BACA JUGA:  Terjebak di Sumur, Warga Jembrana Tewas 

Sampai saat ini progres penataan itu sudah mencapai 80 persen, dan tinggal perapian saja. Penataan itu dilakukan oleh pihaknya di GWK, dengan dibantu oleh pemerintah. “Jadi itu semua harus rampung sebelum September. Harapan kita itu, selesai total pada akhir Agustus ini. Kalau jadi, rencananya Presiden Jokowi akan datang bulan Agustus ini untuk memastikan kesiapan,” terangnya belum lama ini.

Selama perhelatan acara, kawasan GWK disterilisasi dari umum. Hal itu merupakan mandat dari Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan. Kendati demikian, pihaknya mengaku belum tahu persis berapa lama sterilisasi itu akan dilakukan.

Jika merujuk pada tanggal acara dilaksanakan, yaitu tanggal 16-18 November 2022, maka sterilisasi dilakukan selama tiga hari. Namun secara ideal, sterilisasi biasa mulain dilakukan tiga hari sebelum acara dilaksanakan dan dua hari sesudah acara. Jika hal itu benar sesuai prediksi, maka nantinya GWK akan tutup untuk kunjungan umum selama seminggu.

BACA JUGA:  Penumpang Kapal Penuh Sesak, Polisi Tindak Pemilik Kapal

Pihaknya tidak memungkiri, jika penutupan kunjungan wisatawan umum ke GWK menyebabkan potensial lost. Sebab kunjungan ke GWK per hari rata-rata biasanya 50 ribu pengunjung. Namun pihaknya mengaku tak terlalu khawatir hal itu, sebab hal itu demi kepentingan negara. M-003