Yuk Bangun Rutinitas Olahraga dengan Olahraga Low-Impact!

olahraga low-impact dalam rutinitas. (foto: pexels)
  • Jalan Kaki

Beda lari dan jalan kaki adalah absennya fase melayang saat jalan kaki. Beda dengan lari yang melibatkan fase salah satu atau kedua kaki tidak menapak tanah. Absennya fase ini meminimalkan dampak terhadap sendi lutut dan tulang kering. Rutinitas berjalan dapat meningkatkan daya tahan dan kapasitas aerobik. Jangka panjangnya Anda dapat membakar kalori, jadi bagus untuk Anda yang sedang diet. Poin plus lainnya, Anda tidak harus ke pusat kebugaran, Anda dapat mulai jalan kaki kapan saja dimana saja.

  • Renang
BACA JUGA:  Kemenkes dan WHO Teken Grant Agreement 2026–2027, Perkuat Ketahanan Sistem Kesehatan Nasional

Renang membuat tubuh Anda tidak bersentuhan dengan permukaan keras apa pun. Walau kesannya hanya meluncur saja di air, renang sangat baik untuk meningkatkan kekuatan otot perut dan daya tahan jantung paru. Renang dapat menjadi pilihan bagi Anda yang mengalami cedera tungkai bawah cukup parah. Daya apung air menawarkan bantuan untuk meringankan beban pada area yang cedera sehingga tetap dapat berolahraga dengan optimal dan menyenangkan.

  • Yoga
BACA JUGA:  Sahur Seimbang, Ini Panduan Ahli Gizi agar Tubuh Tetap Bertenaga Saat Puasa

Yoga tidak berhenti pada aktivitas relaksasi saja lho! Olahraga ini juga menawarkan manfaat peningkatan keseimbangan, kekuatan dan daya tahan kardiorespirasi lewat latihan pernapasan terintegrasi. Ada banyak ragam yoga yang dapat Anda coba sesuai intensitasnya, namun pastikan mulai dari gerakan lambat. Selain itu, konsultasikan kondisi Anda pada instruktur yoga supaya dapat mengeksekusi gerakan dengan aman tanpa menambah cedera.

Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top