Waspada! Hoaks Lowongan Kerja Blok Masela Beredar, Pemprov Maluku Minta Warga Jangan Mudah Percaya

Disnakertrans Provinsi Maluku, M. Rizal Latuconsina, S.H., M.Si.
Disnakertrans Provinsi Maluku, M. Rizal Latuconsina, S.H., M.Si.
AMBON, MENITINI.COM – Pemerintah Provinsi Maluku mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur informasi lowongan kerja proyek strategis nasional Blok Masela yang beredar luas, terutama di media sosial dan pesan berantai.
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maluku menegaskan, saat ini belum ada kerja sama resmi terkait rekrutmen tenaga kerja maupun pelatihan untuk proyek tersebut.
Kepala Disnakertrans Provinsi Maluku, M. Rizal Latuconsina, S.H.M.SI mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan indikasi pencatutan nama instansi dalam penyebaran informasi palsu yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pencari kerja, agar tidak langsung percaya dengan informasi rekrutmen Blok Masela. Semua informasi harus dikonfirmasi ke Disnakertrans provinsi atau dinas tenaga kerja kabupaten/kota,” tegas Rizal di Ambon, Sabtu (8/8/2026).
Ia menekankan, kewaspadaan penting untuk mencegah munculnya korban penipuan berkedok lowongan kerja.
Apalagi, sejumlah pihak mulai menawarkan pelatihan maupun pekerjaan dengan mengatasnamakan proyek Blok Masela.
“Perlu kami tegaskan, hingga saat ini belum ada kerja sama resmi apa pun terkait rekrutmen tenaga kerja Blok Masela,” ujarnya.
Rizal juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyerahkan uang, data pribadi, maupun dokumen penting kepada pihak yang tidak jelas legalitasnya.
“Jangan sampai masyarakat dirugikan karena tergiur janji pekerjaan. Pastikan semua informasi diverifikasi melalui instansi resmi,” katanya.
Di tengah maraknya hoaks, Pemprov Maluku justru tengah menyiapkan strategi besar agar masyarakat lokal menjadi pemain utama dalam proyek migas raksasa tersebut.
Disnakertrans menargetkan sedikitnya 60 persen tenaga kerja pada tahap konstruksi Blok Masela berasal dari putra-putri Maluku.
Untuk mencapai target itu, berbagai langkah disiapkan, mulai dari penguatan pelatihan vokasi sektor minyak dan gas, hingga rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus migas.
Selain itu, skema transfer teknologi melalui program shadowing juga akan diterapkan, di mana tenaga kerja lokal akan didampingi langsung oleh tenaga ahli guna meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja.
“Kami ingin masyarakat Maluku bukan sekadar penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam pengembangan Blok Masela,” ujar Rizal.
Pemerintah juga memastikan pengawasan ketat terhadap norma ketenagakerjaan serta standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), agar seluruh tenaga kerja mendapat perlindungan sesuai aturan.
Sebagai informasi, Blok Masela merupakan salah satu proyek migas terbesar di Indonesia yang berada di Laut Arafura, selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Proyek Lapangan Abadi di kawasan ini memiliki nilai investasi mencapai 20,9 miliar dolar AS dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2029–2030.
Proyek tersebut dipimpin oleh INPEX Masela Ltd. bersama PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn. Bhd., dengan target produksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, serta gas pipa dan kondensat. (M-009)
  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Ancaman PHK di Bandara Pattimura, Tenaga Kerja Lokal Berisiko Tersisih
Iklan
Scroll to Top