Warga Tolak Pelebaran Jalan Lingkar Timur GWK

Camat Kuta Selatan, Made Widiana memediasi warga pemilik lahan dengan manejemen GWK

UNGASAN,MENITINI.COM- Sejumlah pemilik lahan di bagian timur patung raksasa Garuda Wisnu Kencana (GWK) menolak memberi lahan mereka untuk perluasan jalan. Hal ini dikarenakan GWK belum merealisasikan janji sebelumnya yang sudah disepakati.

Salah pemilik lahan, Wayan Arjawa saat dikonfirmasi dikonfirmasi membenarkan. Dirinya belum menyetujui rencana pelebaran jalan lingkar timur, karena khawatir jika itu dilakukan maka masyarakat setempat akan diabaikan dan akses masyarakat dipersempit.  Menurutnya, ksepakatan yang dulu saja belum terealisasi.  “Kami selaku pemilik lahan sebenarnya siap memberikan. Tapi selesaikan dahulu permasalahan-permasalahan yang belum terselesaikan,” kata Arjawa saat dihubungi, Kamis (8/8/2019) malam.

Menurutnya, jalan lingkar timur GWK sebenarnya sudah ada, namun manajemen menginginkan GWK ingin ada pelebaran lagi tiga meter. Sehingga akses jalan yang semula tiga meter bisa menjadi enam meter. Karena itulah GWK ingin membebaskan lahan. Namun keinginan manejemen itu kandas karena warga menolak. “Ada tiga pemilik lahan warisa Pak Purja. Yaitu Pak Antara, pak Darma dan Pak Jarwa,”ucapnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Bertolak ke NTT

Sementara Camat Kuta Selatan,  Made Widiana terus mencari solusi dengan mempertemukan pihak manejemen dan masyarakat  “Rabu (7/8/2019) saya sudah menghadirkan pihak manajemen GWK, serta warga pemilik lahan. Saya ingin berada ditengah-tengah warga dan pengusaha, saya hanya membantu mengurai permasalahan yang ada. Agar permasalahan ini cepat clear (selesai-red),” kata Camat Kuta Selatan, Made Widiana.

Dari pertemuan tersebut, warga pemilik lahan masih enggan menyerahkan lahannya yang terkena pelebaran lagi tiga meter, karena ada beberapa poin kesepakatan GWK dengan warga sekitar yang belum tuntas. Sementara pihak GWK sendiri ketika ditanya komitmen, mengaku masih menyampaikan aspirasi warga, untuk dilaporkan kepada pihak pengambil kebijakan di GWK. “Nanti kita akan undang lagi pihak pengambil kebijakan agar bisa menjawab pertanyaan warga itu, saya akan terus berusaha agar permasalahan ini bisa menemukan titik terang,”ujarnta yul/poll.

BACA JUGA:  Sekelompok Remaja Rusak Rumah Warga karena Tak Terima Diadukan soal Tarawih

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*