Wamenparekraf: Festival Budaya Tionghoa Jadi Unique Selling Point Kota Medan

Fesitval budaya tionghoa
Fesitval budaya tionghoa. (Foto: Kemenparekraf)

Wamenparekraf Angela berkesempatan untuk melakukan tradisi Lo Hei yang dihadirkan pada Festival Budaya Tionghoa. Selain Lo Hei, festival ini dimeriahkan oleh pertunjukkan barongsai, kecapi, hingga wushu.

Melalui Festival Budaya Tionghoa yang digelar untuk kedua kalinya, Wamenparekraf Angela berharap Kota Medan bisa menjadi penyumbang pergerakan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Dimana target yang harus dicapai Kemenparekraf pada tahun 2023 sebesar 3,5 juta – 7,4 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,2 miliar – 1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara.
“Saya titip pesan, kenapa pariwisata dan ekonomi kreatif? Karena dengan pariwisata ekonomi akan semakin merata. Dengan pariwisata ada pergerakan orang, ada pergerakan uang, dan ada pergerakan konsumsi. Jadi kita harus mendukung pariwisata kita agar semakin sehat,” kata Wamenparekraf.

Turut mendampingi Wamenparekraf Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani. (M-011)

  • Editor: DRL
Halaman 2 dari 2
Scroll to Top