Varian Covid-19 Terus Bertambah: Habis Delta, Terbitlah Omicron

ilustrasi covid
Ilustrasi covid. (MENITINI/istimewa)

DENPASAR, MENITINI.COM – Tak terasa sudah lebih dari 2 tahun berlalu dan manusia terus berjibaku dengan virus Covid-19. Pertarungan ini bukan tanpa alasan. Perlu diketahui bahwa Covid-19 merupakan jenis virus RNA. Kekhasan virus RNA adalah kemampuannya untuk terus berevolusi dan bermutasi.  

Hal yang mendasari terjadinya mutasi yaitu perubahan kode genetik selama proses replikasi genom suatu virus. Hasil dari satu jenis virus yang mengalami replikasi dapat berkembang menjadi banyak varian, sehingga ditemukan kode yang hampir mirip pada beberapa varian. Lalu, bagaimana kita dapat membedakan varian dari COVID-19?

WHO dan CDC terus memantau perkembangan dari mutasi virus COVID-19. Secara garis besar, pemantauan varian dibagi menjadi:

  • Variant Being Monitored (VBM)

Seluruh varian yang terpantau oleh CDC yang menunjukkan potensi atau dampak yang jelas pada tindakan medis, keparahan, penularan, namun tidak menimbulkan risiko signifikan dan mendesak.

BACA JUGA:  Breaking News: 156 Kasus Postif Covid-19 di Badung, Ini Sebarannya
  • Variant of interest (VOI)

Varian dengan karakteristik genetic yang diprediksi menularkan lebih besar, menyulitkan pembentukan kekebalan / pengujian diagnotik bahkan keparahan yang lebih tinggi.

  • Variant of Concern (VOC)

Varian yang memiliki bukti peningkatan penularan dan keparahan, pengurangan signifikan kemampuan netralisasi oleh antibodi dan efektivitas terapi yang memungkinkan kejadian infeksi berulang. Contohnya varian alfa.

  • Variant of High Consequence (VOHC)

Sesuai dengan artinya yaitu konsekuensi tinggi, vaksin tidak dapat melindungi dari varian ini.

Untuk memudahkan publik memahami varian Covid-19, WHO mengusulkan pemberian nama berdasar alfabet Yunani. Cara ini sekaligus memudahkan diskusi di forum ilmiah dengan peserta dari kalangan yang beragam. Dari keseluruhan proses inilah seseorang dapat dikategorikan menderita varian yang mana.

Sesuai dengan judul diatas Habis Delta, terbitlah Omicron. Pasti akan timbul pertanyaan, apakah akan terus ada varian baru di masa depan?

BACA JUGA:  Presiden Minta Anak Buah Perbaik Komunikasi Terkait Vaksin Agar Tak Picu Penolakan Masyarakat

Pendapat dr. Stuart Ray dari John Hopkins University, selama Covid-19 terus menyebar melalui populasi dan bermutasi maka akan timbul varian baru. Berdasarkan pengamatan beliau, beberapa varian datang dan pergi, namun jika diikuti perubahan pola infeksi dan tidak diikuti perubahan pola hidup manusia maka akan sulit dihentikan.

Bagaimana tindakan selanjutnya?

Disinilah pentingnya untuk terus menjalankan protokol kesehatan dan menjaga higienitas pribadi. Pastikan Anda sudah mendapatkan vaksin secara lengkap dan perbarui informasi terkait vaksin berkala pada fasilitas kesehatan terdekat. Fungsi utama vaksin yaitu untuk mengurangi keparahan dan resiko kematian dan mengurangi angka penularan terutama pada pihak yang belum mendapat vaksin lengkap. Ingat selalu untuk jaga diri dan lingkungan sekitar.(M-010)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*