Tim Tabur Kejagug berhasil Amankan Terpidana Perkara Pencabulan

Kris Prawira Dalope
Kris Prawira Dalope saat diamankan tim Tabur Kejagung. (foto: kist)

JAKARTA,MENITINI.COM-Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejagung RI mengamankan seorang buronan yang masuk dalam Daftaran Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe, Kris Prawira Dalope.

Pria 29 tahun itu ditangkap di Perumahan Pratama Residence, Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (05/10/2022) sekitar pukul 17.20 WIB.

Kris Prawira Dalope merupakan terpidana dalam kasus tindak pidana “dengan sengaja memaksa anak-anak untuk melakukan perbuatan cabul dengannya” yang bertempat di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 797 K/PID.SUS/2017 tanggal 07 Juni 2017, Terpidana Kris Prawira Dalope dinyatakanterbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, dan oleh karenanya Terpidana dijatuhi pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan denda Rp60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan.

BACA JUGA:  Sidang Kasus Brigadir J, Ungkap Rekayasa Kasus dari Tembak-menembak Sampai Pelecehan Seksual

Terpidana Kris Prawira Dalope diamankan karena ketika dipanggil untuk dieksekusi menjalani putusan, Terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan oleh karenanya Terpidana dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Selanjutnya, Tim bergerak cepat untuk melakukan pemantauan dan setelah dipastikan keberadaannya, Tim langsung mengamankan Terpidana dan dibawa menuju Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe untuk dilaksanakan eksekusi.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum. Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan. (Rls/K.3.3.1)

BACA JUGA:  Terlantar di Bali, Wanita Tanzania dan Anaknya Dideportasi