Tangkal Hoaks, Galakan Terus Bela Bangsa dan Negara

Para narasumber memaparkan materi dalam dialog tentang Peranan Pancasila

DENPASAR, MENITINI.COM– Direktur Informasi, Komunikasi, Politik, Hukum dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Gunawan mengajak masyarakat harus bijaksana dalam menggunakan media sosial, dengan tidak mudah menyebarkan berita bohong atau hoaks.  

Hal itu disampaikan pada dialog publik bertajuk “Peranan Pancasila Dalam Menumbuhkan Kesadaran Nasionalisme Generasi Muda di Era Global”, di Desa Budaya Kertalangu, Kamis (8/8).  Kegiatan yang melibatkan  kalangan milenial tersebut digagas oleh  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama LPP RRI Stasiun Denpasar.  

Hoaks atau berita bohong diakui memicu perpecahan ditengah masyarakat Indonesia yang majemuk, karena itu antisipasi telah dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, salah satunya untuk selalu menggelorakan bela negara, dengan wujud kegiatan seperti dialog publik. Pihaknya juga telah melakukan literasi keseluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA:  MEMANAS, Luhut Binsar Siap Ambil Langkah Tegas Jika Said Didu Tak Lakukan ini

“Ya, harus bijak bermedsos, itu sudah secara otomatis berpartisipasi dalam bela negara. Jadi bela negara tidak harus berseragam, tetapi semua orang bisa melakukan, sesuai dengan profesinya masing-masing,” tegasnya, saat menjawab pertanyaan dari audiens.

Bambang mencontohkan, banyak kasus disejumlah negara yang muncul akibat media sosial. Belajar dari kasus yang ada, ia mengajak masyarakat lebih cerdas dalam menyaring sebelum menyerbarluaskan seluruh informasi yang beredar di dunia maya.  “Misalnya  di India ada kasus pembunuhan. Ternyata kemudian terbukti dasarnya tidak ada. Jadi atas dasar berita bohong, orang terus percaya. Kondisi tersebut  terjadi dibanyak. Di Indonesia saya pikir juga ada,”jelasnya.

Di Indonesia tegas Bambang Gunawan  ada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jadi itu sudah cukup ampuh. Sudah banyak kasus, jadi kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, untuk tidak melakukan kesalahan yang sama,” pintanya.  Kesan yang juga harus dihindari belakang ini adalah tidak membiasakan yang dekat terasa jauh dan sebaliknya yang jauh terasa dekat karena penggunaan gudget.

BACA JUGA:  Juni 2022, Vaksinasi Dosis Lengkap Diharapkan Tembus 70 Persen

Bambang juga menyebut pengguna HP sekarang di Indonesia data terakhir sebanyak  355 juta orang atau 64 persen dari jumlah pendudukan di Indonesia, dari kalangan atas hingga bawah. Kemudian di dunia, pengoperasian FB 1 juta orang per menit dan 188 juta per minit pengguna email.

Tampil tiga pembicara .  Selain  Direktur Informasi, Komunikasi, Politik, Hukum dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Gunawan, juga Anggota Dewan Pengawas LPP RRI, Dwi Hernuningsih serta Ketua Umum Dewan Harian Daerah Angkatan 45 Bali, Prof. Dr. I Wayan Windia.  Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Denpasar Dewa Made Agung  mewakili Walikota Denpasar.yon

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*