Suasana Sidang Jelang Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi Tentang Nota Keuangan dan RAPBN 2020

Suasana di Gedung MPR jelang Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi

JAKARTA,MENITINI.COM– Presiden Joko Widodo (Jokowi) membacakan Nota Keuangan dan RAPBN 2020 di Gedung Bundar MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019). 

Menjelang detik-detik pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini Jumat (16/8/2019) Gedung DPR “bersolek” diri untuk menyambut tetamunya. 

Pantauan MENITINI.COM di lokasi, tampak Gedung DPR dipercantik dengan hiasan bertema merah putih. Pernak-pernik itu  tampak di depan pintu masuk yang berada di Jalan Gelora maupun pintu masuk di depan Jalan Gatot Subroto. Bentangan kain merah putih menghiasi pagar Gedung rumah rakyat NKRI, amat terasa.

Sudut-sudut Kompleks rumah rakyat itu pun dihiasi oleh bendera merah putih serta umbul-umbul warna-warni, membuat wajah gedung dan ruang para legislator itu tampak cantik. Bunga-bunga baik di taman halaman depan kolam dan tugu simbol rumah kebijakan itupun sangat indah, seindang wajah ibu pertiwi di usia ke-74 itu. 

BACA JUGA:  Jokowi Wacanakan Menteri Muda di KIK, Ini Reaksi PKB
Advertisements
Presiden Jokowi saat pidaro kenegaraan

Dari serambi depan gedung bundar MPR ini kita bergeser ke dalam ruang sidang. Lokasi ruang  yang berada di lantai 2, Gedung Nusantara atau sering disebut Gedung Kura-Kura begitu indah. Replika peta Indonesia yang menempel di belakang lambang negara, Garuda Pancasila. Sementara kain merah putih juga terbentang di sisi atas sebelah kanan dan kiri di ruangan tersebut.

Selain itu, nomor dan kode anggota dewan juga telah terpasang di atas meja yang menandakan identitas wakil rakyat tersebut. Ya, itulah sekilas gambaran fisik gedung kura-kura atau disebut gedung bundar tempat Kepala Negara menyampaikan Pidato kenegaraan dari tahun ke tahun di kompleks parlemen itu.

TIGA PIDATO


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jokowi menyampaikan tiga pidato, salah satunya adalah Nota Keuangan dan Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020 pada pukul 14.00 WIB.

Nota Keuangan dan RUU APBN 2020 merupakan yang pertama bagi Jokowi usai terpilih sebagai presiden RI periode 2019-2024. Berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin, pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Kerja ini sukses mengalahkan pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dalam perhelatan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden masa bakti 2019-2024.

Anggota MPR salaman dengan Presiden Jokowi

Jokowi mengatakan, tahun depan, ekonomi global masih penuh dengan ketidakpastian. Oleh karena itu, RUU APBN 2020 harus bisa menggambarkan kekuatan dan daya tahan ekonomi nasional dalam menghadapi gejolak-gejolak eksternal yang ada.

Selain itu, RUU APBN 2020 harus memperlihatkan arah politik anggaran kita ke depan, yaitu lebih fokus untuk investasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) secara besar-besaran.  

“Yang kita harapkan nanti juga arah penggunaan APBN ini sebagai instrumen utama untuk akselerasi daya saing ekonomi negara kita, terutama daya saing di bidang ekspor, daya saing di bidang investasi. Seperti yang sudah sering saya sampaikan, saya juga minta dipastikan bahwa di dalam RAPBN 2020 ini dikelola secara fokus, dikelola terarah, dan bisa tepat sasaran, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh rakyat,” ujar Jokowi.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan, RUU APBN 2020 merupakan pijakan awal Jokowi dalam menyongsong periode kedua kepemimpinan. Pada masa bakti 2014-2019, Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Tidak hanya itu, Eva berpandangan RUU APBN 2020 juga merupakan bagian dari upaya membawa Indonesia menuju urutan keempat dunia berdasarkan kekuatan ekonomi. “Itu long term (jangka panjang) yang jadi concern (perhatian),” kata Eva Sundari.  domi lewuk/poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*