Senin, 24 Juni, 2024

Di Sungai Jembatan Merah Putih (JMP), ditemukan Jasad korban, Abdul Karim Sangadji yang hanyut terbawa derasnya air sungai. (Foto: M-009)

AMBON, MENITINI.COM – Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Ambon diketahui benama Abdul Karim Sangadji (13) ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di sungai Desa Gala, tepatnya di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Kecamatan, Sirimau, Kota Ambon, sekira Pukul 17.20 WIT, pada Rabu (5/6/2024).

Anak SD kelas 6 ini ditemukan meninggal dunia akibat hanyut terbawa air sungai yang sangat deras.

Awalnya korban bersama dua teman Ahmad Zaky Syauta Alias Zazy dan Ali Marhuf Lulang, tengah asyik mandi di kali yang tidak jauh dari kediamannya di RT 009 RW O17, bersamaan dengan turunnya hujan deras dan air sungai yang mulai meluap.

BACA JUGA:  Dua Wisatawan Terseret Arus di Pantai Legian

Melihat air sungai yang mulai deras, ketiga anak itu memutuskan untuk berhenti mandi dan langsung berbalik untuk pulang. Meski kondisi air kali yang sudah sangat deras, mereka nekat menyebrangi kali tersebut sambil berpegangan tangan.

Namun akibat arus sungai yang semakin deras, kaki korban pun tergelincir dan langsung terbawa arus sungai. Melihat korban yang sudah terbawa air sungai, kedua temannya itu langsung melaporkan kejadian itu kepada orang tua korban.

Mengetahui laporan dari teman korban, ibu korban bersama dengan masyarakat setempat bahu-membahu untuk mencari korban.

Tak berselang lama, Babinkamtibmas Negeri Batu Merah bersama Tiga tim SAR, dan pihak Kepolisian tiba di lokasi sekira pukul 13.20 WIT, dibantu warga setempat untuk mencari korban. Pencarian terhadap korban tersebut dimulai dari pesisir kali Air Besar (Arbes), kahena hingga ke pesisir pantai Desa Galala.

BACA JUGA:  Banjir Melanda Kecamatan Amahai, Puluhan Rumah Terendam

Kemudian sekira pukul 17.20 WIT, korban ditemukan oleh salah satu saksi bernama Abdullah Karepesina. Korban pung langsung di bawah ke Rumah Sakit Bhayangkara Tantui.

“Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia, dan jenazah korban langsung dibawa keluarganya ke kampung halaman yang bertempat di Desa Rohomoni, kecamatan Kepulauan Haruku,” kata Nader, Babinkamtibmas. (M-009)

  • Editor: Daton