Sepanjang 2022, Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan RI Selesaikan 352 Ribu lebih Perkara

Gedung Kejaksaan RI
Gedung Kejaksaan RI. (Foto: Menitini/Puspenkum Kejagung)_

JAKARTA,MENITINI.COM-Sejak Januari sampai dengan Desember 2022, Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan RI se-Indonesia berhasil melaksanakan kewenangannya, diantaranya dalam penanganan perkara yang menarik perhatian hingga pelaksanaan restorative justice.

Dalam keterangan resminya, Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI menyebut jumlah perkara yang berhasil diselesaikan dengan pendekatan keadilan restoratif sebanyak 1.454 perkara, dan juga telah dibentuk 2.621 Rumah Restorative Justice dan 119 Balai Rehabilitasi.

Di samping itu, jumlah penanganan perkara tindak pidana umum pada jajaran Bidang Tindak Pidana Umum se-Indonesia yang diselesaikan sepanjang tahun 2022 sebanyak 352.902 perkara, dengan rincian per tahapan, yaitu: Pra Penuntutan: 160.076 perkara, Penuntutan: 117.855 perkara, Upaya Hukum: 6.489 perkara, dan Eksekusi banyak: 68.482 perkara.

BACA JUGA:  Jaksa Agung Muda Pidana Militer Kunjungi Komandan Korps Marinir

Lalu selama Januari s/d Desember 2022, terdapat 160.076 SPDP masuk di Bidang Tindak Pidana Umum, 129.365 perkara masuk Tahap I, 121.685 berkas perkara dinyatakan lengkap, 117.855 perkara masuk Tahap II, 274.754 perkara sudah dilimpahkan kepada pengadilan, dan 196.932 perkara sudah masuk dalam tuntutan. Lalu, 4.332 perkara masuk banding dan 2.157 perkara mengajukan kasasi.

Perkara yang menarik perhatian masyarakat, yang ditangani oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum yaitu: perkara dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh para pengurus Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan Tersangka A, Tersangka IK, Tersangka NIA, dan Tersangka HH, Perkara tindak pidana perbankan atau penggelapan/penipuan pada Indosurya dengan Tersangka HS, Perkara ITE dengan Terdakwa EDY MULYADI, Perkara tindak pidana investasi bodong dengan Terdakwa INDRA KESUMA alias INDRA KENZ, dan Rangkaian perkara yang dilakukan oleh Terdakwa INDRA KESUMA alias INDRA KENZ dengan Tersangka RP.

BACA JUGA:  Kejaksaan RI Bahas Kerjasama dengan Kejaksaan Palestina

Perkara aplikasi trading quotex (Binary Option) dengan Terdakwa DONI MUHAMAD TAUFIK alias DONI SALMANAN, Perkara pembunuhan berencana dengan Terdakwa FERDY SAMBO, Terdakwa PUTRI CANDRAWATHI, Terdakwa KUAT MA’RUF, Terdakwa RICKY RIZAL WIBOWO, dan Terdakwa RICHARD ELIEZER PUDIHANG LUMIU, Perkara menghalangi-halangi proses penyidikan dengan Terdakwa FERDY SAMBO, Terdakwa HENDRA KURNIAWAN, Terdakwa NURPATRIA, Terdakwa ARIF RAHMAN ARIFIN, Terdakwa BAIQUL WIBOWO, Terdakwa CHUK PUTRANTO, dan Terdakwa IRFAN WIDYANTO, Perkara tindak pidana terorisme dengan Terdakwa FARID AHMAD OKBAH MA BIN ACHMAD OKBAH (alm), Terdakwa DR. H. ANUNG AL HAMAT, Lc., M. Pdi. alias ANUNG bin SAMSUDIN, Terdakwa Dr. AHMAD ZAIN ANNAJAH.

Jaksa Agung selalu menekankan agar seluruh Jaksa selalu menggunakan hati nurani dalam setiap penanganan perkara. Jaksa Agung berharap kinerja baik dari seluruh jajaran Bidang Tindak Pidana Umum dapat ditingkatkan sehingga semakin membawa dampak positif dan manfaat bagi masyarakat luas. (M-011)

BACA JUGA:  Curi HP untuk Belajar Online Anak, Perkara Kadek Dihentikan

Editor: Daton