Sepak Bola Italia Berduka, Frederica: Paolo Milik Rakyat, Selamat Jalan Pahlawan

Paolo Rossi (alm) dan belahan jiwa Federica Cappelletti di hari hari bahagia

DENPASAR, MENITINI.COM Sepak bola Italia baru saja melepas salah satu pahlawan mereka di Piala Dunia 1982 , Paolo Rossi ke pembaringan terakhir. Banyak kenangan dan kebaikan  pemain yang meninggal dunia pada Kamis (10/12/2020).

Italia berduka. Italia kehilangan legenda si kulit bundar di rumput hijau. Kehilangan mendalam yang paling dirasakan tentu saja istri Rossi, Federica Cappelletti. Rossi meninggal setelah ia bertempur  selama setahun dengan apa yang dilaporan media Italia ‘penyakit yang tak tersembuhkan’. 

Federica Cappelletti jurnalis dan penulis itu mengatakan bagaimana suaminya berjuang sampai akhir dan sempat yakin dia bisa melakukan. “Itu adalah Piala Dunia kami, tapi kali ini kami tidak menang,’ kata perempuan berusia 48 tahun itu dalam wawancara dengan Corriere della Sera tentang hari-hari terakhir Rossi. 

Kepergian Paolo Rossi pun memberi rasa simpati kepada seluruh masyarakat hingga akhirnya ribuan pelayat turut hadir dalam proses pemakamanys pada Sabtu 12 Desember 2020 di Vicenza, Italia.S

ejumlah mantan rekan setim Rossi seperti Marco Tardelli, Antonio Cabrini, Giancarlo Antognoni, Alessandro Altobelli, Franco Causio, Fulvio Collovati, dan Giuseppe Bergomi pun turut hadir dalam proses tersebut. Mereka pun terlihat memikul peti jenazah Rossi untuk dibawa ke Katedral Vicenza.

BACA JUGA:  Bupati Tamba Buka Jembrana Bahagia Roadrace Championship 2022

Cabrini  rekan setim Rossi di Timnas Italia merasa kehilangan. Kala itu, ia turut membantu Rossi dengan memberi umpan silang untuk rekannya itu mencetak gol ke momen penting saat Italia membungkam Brasil 3-2 di fase grup Piala Dunia 1982.

Kala itu, Rossi pun berhasil mencetak hattrick dan memberi kemenangan berarti untuk Italia vs Brasil. Pada tahun itu pula, Rossi juga mampu membawa Timnas Italia keluar sebagai juara Piala Dunia. Sehingga tak heran, nama Rossi begitu banyak dikenang.“Saya tidak hanya kehilangan rekan satu tim, tetapi juga teman dan saudara,” ungkap Cabrini, mengutip dari Reuters, Minggu (13/12/2020).”Bersama-sama kami berjuang. Kami menang dan terkadang kami kalah, selalu bangkit bahkan saat menghadapi kekecewaan,” tambahnya. “Kami adalah bagian dari grup, grup itu, grup kami. Saya tidak berpikir ia akan pergi begitu cepat,” sambungnya.

BACA JUGA:  Lombok Menuju "Surganya" Sport Tourism, Danlanud: Loteng Spot Pengembangan Paralayang

Kesedihan masyarakat Italia makin mendalam ketika Federica Cappelletti menyampaikan ucapan  terima kasih atas kehadiran ribuan pelayat di Vicenza, Italia. Sebelum dimakamkan, mendiang Rossi sempat ditempatkan di Stadion Romeo Menti, Vicenza.

“Selama beberapa hari terakhir, kami telah menerima ekspresi kasih sayang yang luar biasa dan menyentuh. Saya berharap Paolo telah melihat semua kasih sayang ini,” ucap Federica. “Paolo milik rakyat, milik semua orang, dan memang benar ia harus dikenang karena kebesarannya,” sambungnya.

Vicenza sendiri dikenal sebagai tempat yang bersejarah untuk Rossi. Sebab, ia adalah pencetak gol terbanyak di Serie B (Liga Italia kasta 2) yang kala itu berhasil membawa Vicenza promosi ke Liga Italia pada musim 1976-1977. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Italia pada musim berikutnya.poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*