Senin, 24 Juni, 2024

Ilustrasi Tenggelam. (Net)

NAMROLE, MENITINI.COM– Seorang siswa SMP di Namrole, Buru Selatan (Bursel), bernama Salsa Umagap, korban hilang selama 7 jam setelah terseret ombak. Dia ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa nahas terjadi pada Rabu (6/6/2024). Saat itu, korban hendak menolong adiknya yang sedang berenang di pantai desa Waenono kecamatan Namrole.

Korban ditemukan sudah meninggal dunia sekira pukul 23.30 WIT malam, setelah upaya pencarian dilakukan

masyarakat bersama Aparat Kepolisian, dengan menyisir pantai dan laut sepanjang desa Waenono hingga desa Elfule.

Informasi yang diperoleh, menyebutkan, warga Desa Elfulle, Kecamatan Namrole ini sementara beraktivitas tak jauh dari bibir pantai tempat adiknya berenang sekira pukul 17:30 WIT.

Tiba-tiba korban dikejutkan dengan teriakan adiknya meminta tolong akibat terseret arus laut dan ombak besar. Mendengar teriakan itu korban langsung bergegas berenang untuk membantu adiknya.

Masyarakat di sekitar lokasi yang mendengar teriakan itu juga berusaha untuk menolong adik korban. Upaya untuk menyelamatkan adik korban berhasil, dan langsung dibawa ke darat oleh masyarakat.

Namun masyarakat yang hendak kembali untuk menolong korban ternyata tidak berhasil. Korban diseret arus dan ombak besar.


Upaya pencarian pun dilakukan masyarakat sejak pukul 17:00 WIT hingga larut malam. Upaya pencairian di tengah laut dalam kondisi cuaca ekstrim itupun membuahkan hasil. Korban ditemukan tak jauh dari bibir pantai belakang kantor bupati lama.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit dr Salim Alkatiri, untuk menjalani otopsi. Usai menjalani otopsi korban akhirnya diambil keluarga untuk dikembalikan ke rumah di desa Elfule, kecamatan Namrole.

Kepala Bidang Pencegahan, dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan, Rajai Munawar Awat membenarkan peristiwa tersebut.

“Memang benar ada terjadi peristiwa terseretnya salah satu warga desa Elfule bernama Salsa Umagap akibat terjangan ombak. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (6/6/2024) sekira pukul 17:30 WIT,” ungkapnya. 

Mendengar informasi itu, lanjut Munawar pihaknya, bersama aparat kepolisian, dan masyarakat berupaya untuk memberi pertolongan dan mencari korban.

Proses pencarian dilakukan hingga malam hari kendati diperhadapkan dengan cuaca ektrim.

“Alhamdulila setelah pencarian yang dilakukan hampir tujuh jam, koban akhirnya ditemukan dibibir pantai tepatnya di belakang kantor bupati lama,” ujarnya.

Setelah ditemukan korban dilarikan ke rumah sakit dr Salim Alkatiri untuk menjalani outupsi sebelum dikembalikan ke keluarga untuk proses pemakaman. (M-009)

  • Editor: Daton