Senin, 24 Juni, 2024

Kegiatan Delegasi  WWF Ke-10 hari ke dua di Nusa Dua.

BADUNG MENITINI.COM – Tingkat hunian kamar hotel di kawasan Nusa Dua hampir mendekati penuh selama perhelatan World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua.

Selain kehadiran ribuan delegasi, adanya wisatawan umum yang menginap juga turut menyumbang tingkat hunia yang hampir mencapai 100 persen keterisian.

Bahkan kondisi tersebut juga berimbas ke daerah lain yang ikut kecipratan dampak dari penyelenggaraan WWF.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, tingkat hunian akomodasi wisata saat perhelatan WWF memang hampir penuh.  

Jumlah hunian akomodasi di wilayah Nusa Dua mencapai 100 persen,  sedangkan di sekita Nusa Dua mencapai 80 persen. Hal itu disebabkan jumlah kehadiran delegasi mencapai 30 ribu peserta dari 35 negara.

BACA JUGA:  24 Kota Teratas di Indonesia jadi Fokus Ekspansi OYO Tahun 2024

“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih karena WWF ke-10 diadakan di Bali. Tentu acara WWF ini berdampak sangat positif terhadap pariwisata dan memberikan dorongan signifikan ekonomi Bali,” kata Rai Suryawijaya belum lama ini.

Kondisi tersebut menunjukkan permintaan yang sangat tinggi, tentu memberikan dampak positif terhadap perekonomian Bali, khususnya pada kuartal kedua tahun ini.

Ia berharap dampak positif ini akan berlanjut pada kuartal ketiga di bulan Juni hingga Agustus. Terlebih dampak tersebut juga berimbas pada sejumlah hotel di wilayah Denpasar, Sanur dan Gianyar yang turut mendapatkan tingkat hunian 80 persen.

Sebab cukup banyak tamu yang tidak mendapatkan penginapan di kawasan Badung Selatan yang berpindah ke wilayah lain.

BACA JUGA:  24 Kota Teratas di Indonesia jadi Fokus Ekspansi OYO Tahun 2024

Penyelenggaraan WWF juga menjadi penguatan bagi pariwisata Bali yang berbasis alam dan budaya. Sebab banyak isu yang dibahas seperti konservasi air, sanitasi yang baik, ketahanan pangan dan energi, serta mitigasi bencana.

Tingkat hunian yang tinggi selama kegiatan WWF ke-10 juga dibenarkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Selama acara WWF, pihaknya melihat tingkat hunian hotel yang sangat tinggi di kawasan Badung Selatan, khususnya di Nusa Dua. Kondisi itu membuat pihaknya sampai kesulitan mendapatkan akomodasi dan beberapa delegasi harus tinggal jauh dari lokasi acara.

Untuk itu, perlu adanya pemerataan kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions (MICE) di seluruh Bali untuk menghindari penumpukan di satu area dan sekaligus mengoptimalkan potensi pariwisata di seluruh wilayah di Bali. “Kami harus pastikan kegiatan MICE ini bukan hanya berpusat di Bali Selatan, tetapi juga di wilayah lain di bali,” ucapnya. 

BACA JUGA:  24 Kota Teratas di Indonesia jadi Fokus Ekspansi OYO Tahun 2024

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan walau WWF telah berakhir pada Sabtu (25/5), namun sejumlah delegasi masih memperpanjang liburan mereka di Bali untuk untuk menikmati keindahan dan kekayaan budaya Bali hingga satu minggu.

Pihaknya selalu menawarkan kepada delegasi untuk berkunjung ke tempat yang kental akan budaya seperti desa wisata Panglipuran, Tirta Empul, melihat terasering sawah di Jatiluwih, Tanah Lot, Bedugul, Kintamani, hingga Uluwatu. (M-003)

  • Editor: Daton