Selasa, 23 Juli, 2024

Inilah kawasan kota tua Ampenan yang merupakan bekas pelabuhan Ampenan di zaman penjajahan Belanda yang siap direvitalisasi Pemkot Mataram mulai tahun 2024 ini. (Foto: dok. Pos Bali)

MATARAM, MENITINI.COM – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, resmi mengucurkan dana senilai Rp 4,5 miliar untuk penataan atau revitalisasi kawasan Pantai Ampenan. 

Untuk itu, pemerintah kota (Pemkot) Mataram kini terus mematangkan persiapan untuk melakukan tender dalam rangka revitalisasi objek wisata yang menjadi destinasi unggulan di ibukota provinsi NTB tersebut. 

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengatakan bahwa, sejauh ini Dinas Pariwisata tengah melakukan persiapan pelaksanaan tendernya. Di mana, penataan Pantai Ampenan yang memiliki sejarah dalam perjuangan bangsa Indonesia ini, akan diprioritaskan untuk lapak pedagang kaki lima (PKL) dan penataan pantai secara keseluruhan.

“Dari jadwal yang kami siapkan. Rencananya, penataan Pantai Ampenan, akan rampung tahun 2024 ini,” kata Mohan pada wartawan, Sabtu (17/2) kemarin.

BACA JUGA:  Pariwisata Menggeliat, Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Tren Positif

Ia mengaku, bahwa program penataan kawasan Pantai Ampenan menjadi perioritas pihaknya. Terlebih, Pemkot juga berencana membeli bangunan tua bekas kantor Bank Indonesia (BI) pada bagian utara kawasan tersebut. 

Hal ini, agar bangunan tersebut bisa sepenuhnya menjadi aset pemerintah kota sehingga pemerintah kota bisa memanfaatkan sesuai dengan rencana yang sudah disiapkan.

“Pembelian bekas kantor BI ini masuk dalam rencana untuk kita jadikan museum Kota Tua. Dan pokoknya, semua pekerjaan penataan Pantai Ampenan harus tuntas tahun ini, sehingga ke depan anggaran penataan sudah mulai bergeser ke destinasi wisata lainnya di Kota Mataram,” jelas Mohan.

Lebih lanjut dikatakannya, pembelian bangunan BI ini direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai museum khusus tempat penyimpanan benda-benda bersejarah di Kota Tua Ampenan termasuk sejarah tentang Pelabuhan Ampenan sebelum dipindah ke Pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat.

BACA JUGA:  Libur Lebaran 2024, Pariwisata Bali Panen Rupiah

“Jadi berbagai benda sejarah berkaitan dengan pelabuhan serta kegiatan sosial masyarakat tempo dulu akan kita tampilkan agar bisa menjadi warisan bagi generasi yang akan datang,” tandas Mohan Roliskana. (M-003)

  • Editor: Daton