“Kami sepakat sekali tidak mau ‘rohali’ (rombongan hanya lihat-lihat), tapi ‘rojali’ (rombongan jadi beli) dan mungkin ditambah rojali plus QRIS. Jadi pembayarannya dengan memanfaatkan digitalisasi,” kata Thomy.
Salah satu pemuda yang tergabung dalam PYCH (Papua Youth Creative Hub) sekaligus Staf Khusus Kepresidenan, Billy Mambrasar, menyampaikan terima kasih kepada Menparekraf yang telah mendukung pengembangan kreativitas anak-anak muda Papua.
“Jadi atas nama anak muda di Papua, kami ucapkan terima kasih. Kami berharap kedepan Menparekraf terus turun dan membantu kami,” kata Billy.
Turut mendampingi Menparekraf, Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Brigjen TNI Ario Prawiseso; Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhaty; dan Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf, Dwi Marhen Yono. (M-011)
Editor: Daton
| Temukan dan ikuti Berita-berita Menitini di Google Berita |
Berita Lainnya:
- Bali Tampil Kuat di Karisma Event Nusantara 2026, Delapan Event Masuk Kurasi Nasional
- Brahealthcare RSU Bhakti Rahayu Tabanan Dukung Pengembangan Wisata Kesehatan Terintegrasi di Bali
- Melali Bali Group dan BMTA Perkuat Sinergi Kembangkan Wisata Kesehatan Terintegrasi di Bali
- ITDC Terapkan Teknologi Air Laut Jadi Air Minum di The Nusa Dua
- Menpar Paparkan Arah Baru Pariwisata Indonesia di Hadapan Mahasiswa Harvard









