Salak Madu Tabanan Berpotensi Tembus Pasar Internasional

TABANAN,MENITINI.COM- Budi daya salak di Tabanan memiliki potensi menembus pasar internasional. Pasalnya, saat ini produksi salak petani Tabanan sudah banyak beredar di tingkat regional karena diminati pasar. Bahkan, pengembangan salak madu di Desa Mundeh Kauh yang dikemas sebagai kebun agrowisata petik buah cukup banyak diminati wisatawan selama ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia, mengungkapkan pihaknya mendorong registrasi kebun salak milik para petani di wilayahnya. Pada tahap awal, pencatatan atau pendaftaran menyasar lahan seluas 20 hektar di dua desa dan dua kecamatan.

Rinciannya, 10 hektar registrasi kebun untuk komoditas salak gula pasir di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, dan 10 hektar untuk komoditas  salak madu di Desa Mundeh Kauh, Kecamatan Selemadeg Barat. Pencatatan/pendaftaran kebun salak ini dimaksudkan untuk mewujudkan pertanian yang baik sekaligus memperluas jangkauan pangsa pasar produk pertanian, khususnya pasar ekspor mengingat registrasi menjadi salah satu ketentuan yang harus dimiliki untuk bisa menembus pemasaran internasional.

BACA JUGA:  Pasa Kripto Kembali Menghijau Pasca The Fed, Analis Reku: Potensi Rally

Akan tetapi di balik potensi yang dimiliki tersebut, pemasaran salak petani Tabanan belum bisa menembus pasar internasional karena tidak mengantongi registrasi kebun. “Usulan untuk registrasi kebun salak sudah maju. Mudah-mudahan pada semester satu tahun ini sudah selesai pembinaan, kemudian dilanjutkan dengan penilaian registrasi,” tuturnya pada Minggu (14/1/2024)

Setelah mengantongi registrasi kebun untuk salak gula pasir dan salak madu, akan menambah jenis komoditas hasil pertanian Kabupaten Tabanan yang pemasarannya berpotensi bisa menembus pasar ekspor. Saat ini sudah ada dua komoditas pertanian yang mengantongi registrasi kebun, yakni buah manggis dan durian.

“Untuk durian, registrasi kebun sudah dikantongi petani yang ada di daerah Desa Mundeh Kangin, Kecamatan Selemadeg Barat. Sementara untuk registrasi kebun manggis ada di Desa Belatungan,” pungkas Subagia. (M-011)

  • Editor: Daton