Meski demikian, BBMKG belum merinci estimasi ketinggian maksimum air laut, mengingat karakteristik pasang berbeda di setiap lokasi. Waktu terjadinya rob pun bervariasi, tergantung kondisi lokal masing-masing wilayah.
Ancaman rob ini berpotensi mengganggu sejumlah aktivitas masyarakat, terutama kegiatan bongkar muat di pelabuhan, permukiman di kawasan pesisir, serta usaha tambak garam dan perikanan darat.
Selain potensi banjir pesisir, BBMKG Denpasar juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 2–3 Januari 2026. Masyarakat diminta mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sebagian besar wilayah Bali.
Di sektor maritim, gelombang laut diperkirakan dapat mencapai dua meter atau lebih, khususnya di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, serta perairan selatan Bali. Kondisi ini dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan.
BBMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan maritim melalui laman resmi bbmkg3.bmkg.go.id, maritim.bmkg.go.id, akun Instagram @bmkgbali, serta aplikasi Info BMKG.*
- Editor: Daton









