Resiko Cacar Monyet Pada Anak, Haruskah Orang Tua Khawatir?

Hygiene turunkan resiko cacar monyet pada anak - pexels
Hygiene turunkan resiko cacar monyet pada anak - pexels

DENPASAR, MENITINI.COM – Monkeypox alias cacar monyet terus menjadi primadona berita. Banyak sekali berita tentang peningkatan kasus di seluruh dunia dan makin menakutkan. Jika Anda adalah salah satu orang tua, Anda mungkin bertanya-tanya apakah cacar monyet berbahaya bagi anak. Pada titik ini, para ahli sepakat bahwa risiko cacar monyet pada sebagian besar orang adalah rendah. Namun, mengingat resiko penyakit secara general lebih besar pada anak, sebagai orang tua pasti ingin mendapatkan kepastian terkait resiko cacar monyet pada anak baik saat ini maupun masa mendatang. Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita simak fakta seputar cacar monyet!

Apa itu Cacar Monyet?

Monkeypox atau cacar monyet adalah infeksi yang disebabkan oleh orthopoxvirus. Walaupun monkeypox menyebabkan lesi bergelombang, virus ini tidak berada dalam famili virus yang sama dengan cacar air. Biasanya, infeksi tidak begitu parah dan kurang menular.. Beberapa individu dapat mengalami gejala serius dari  terutama anak-anak<8 tahun, orang hamil, dan yang mengalami imunosupresi. American Academy of Pediatrics (AAP) sepakat menunjukkan bahwa cacar monyet pada anak jauh lebih tidak menular daripada COVID-19.

Monkeypox menyebar dari kontak yang lama dengan hewan atau manusia yang terinfeksi. Sebagian besar menyebar melalui kontak dekat dengan cairan pernapasan, lesi, dan cairan tubuh. Setelah terkena cacar monyet, perlu waktu sekitar 6-13 hari untuk gejala berkembang. Vaksin yang sama untuk cacar efektif melawan cacar monyet. Kebanyakan orang tidak lagi mandapat vaksinasi cacar secara rutin, tetapi vaksin cacar mungkin memberi Anda perlindungan yang cukup.

BACA JUGA:  Omicron Mengintai Lagi, Pemerintah Imbau Masyarakat Jangan Panik, Tetap Waspada

Gejala Cacar Monyet pada Anak

Gejala cacar monyet serupa pada anak-anak dan orang dewasa. Tanda-tanda utama infeksi adalah lesi berisi cairan pada kulit namun infeksi tidak dimulai dengan benjolan-benjolan tersebut. Masa masuknya virus ke dalam tubuh ditandai dengan demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri otot, dan kekurangan energi.

Menurut dokter Pierrette Mimi Poinsett, ruam cacar monyet memiliki perkembangan khasnya sendiri. Awalnya, ruam adalah bintik-bintik datar yang berkembang dari benjolan yang meningkat menjadi lepuh berisi cairan. Kemudian nanah berisi luka berwarna putih-kuning, lalu akhirnya membentuk keropeng. Seseorang dengan cacar monyet menular dari saat mereka memiliki gejala awal sampai bintik-bintik tersebut benar-benar berkeropeng. Butuh waktu 2-4 minggu untuk sembuh sempurna.

Risiko Cacar Monyet pada Anak

Scott Pangonis, MD, MS, FAAP, dokter penyakit menular anak mengatakan saat ini, kemungkinan anak Anda akan terinfeksi cacar monyet adalah sangat kecil. Hingga kini tidak ada temuan kasus anak dengan cacar monyet di Amerika Serikat. Sayangnya, kita tetap harus waspada karena di Afrika sendiri, kasus anak cukup banyak terjadi. Penting untuk ditegaskan kembali bahwa risiko saat ini terjadi  antara kontak pribadi yang lama dan dekat dengan individu yang terinfeksi. Pada titik inilah orang tua harus lebih waspada dan membatasi kontak pada anak. Menurut beliau, orang tua tidak harus khawatir tentang cacar monyet secara berlebihan. Namun orang tua harus terus mengikuti perkembangan berita, karena hal-hal dapat berubah seiring perkembangan wabah yang cepat.

BACA JUGA:  WHO Tetapkan Cacar Monyet Keadaan Darurat Kesehatan Global

Apakah Perlu Mengambil Tindakan Pencegahan?

Meskipun risiko anak untuk tertular cacar monyet saat ini rendah, jika ada kontak dengan seseorang yang menderita cacar monyet, penting untuk mengambil tindakan pencegahan. Jika seseorang di rumah Anda melakukan kontak langsung dengan kasus cacar monyet, vaksinasi sangat direkomendasikan. Segera bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk informasi vaksinasi lebih lanjut.

Jika Anda mendengar wabah lokal di daerah Anda, atau tempat penitipan atau sekolah anak Anda, praktekkan protokol kesehatan. Penerapan protokol kesehatan serupa COVID-19 juga membantu menurunkan kontak dan resiko penularan cacar monyet. Kebersihan tangan yang baik sangat penting mengingat rute penularan melalui pernapasan dan cairan tubuh. Ingatkan anak Anda untuk selalu melakukan cuci tangan dengan sabun dan mandi terutama setelah beraktivitas luar ruangan. (M-010)