DENPASAR,MENITINI.COM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) selama dua hari, 20-21 Agustus 2026, di Gedung PWI Bali, Denpasar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis PWI Bali dalam memperkuat profesionalisme, integritas, dan pemahaman etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.
Mengusung tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen terhadap Etika Jurnalistik melalui Penguatan Organisasi PWI”, OKK diikuti 102 insan pers dari berbagai media massa di Bali.
Kegiatan dibuka Ketua Tim Penanganan Konflik Sosial Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Anak Agung Surya Pradipta, S.STP., M.AP., yang hadir mewakili Kepala Badan Kesbangpol Bali. Ia didampingi Ketua PWI Bali Wayan Dira Arsana dan Ketua Panitia OKK PWI Bali Nyoman Winata.
Ketua Panitia OKK PWI Bali Nyoman Winata mengatakan, kegiatan tersebut menjadi fondasi bagi anggota maupun calon anggota untuk memperdalam pemahaman mengenai organisasi, profesi, dan kode etik jurnalistik.
Menurutnya, kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab kepada publik agar produk jurnalistik tetap memiliki kualitas dan dapat dipercaya masyarakat.
“Karena itu kita perlu meningkatkan profesionalitas wartawan. Harapannya OKK tidak sekadar formalitas, tetapi menjadi niatan untuk menambah wawasan dan membentuk wartawan yang profesional serta berintegritas,” tegas Winata.
Sementara itu, Ketua PWI Bali Wayan Dira Arsana mengapresiasi antusiasme peserta, khususnya kalangan wartawan muda. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menunjukkan proses regenerasi wartawan di Bali terus berjalan.
Dira menegaskan, pers media massa harus mampu mempertahankan keunggulannya di tengah persaingan dengan media sosial dan konten kreator. Salah satunya melalui proses jurnalistik yang mengedepankan verifikasi dan akurasi.
“Banyak wartawan muda yang menjadi kader pewarta, meneruskan berita sehat di tengah perkembangan media sosial dan konten kreator. Di tengah tekanan hukum, somasi, tekanan ekonomi, dan sosial, wartawan harus memiliki mentalitas yang tangguh dan kuat,” ujarnya.
Ia mengatakan, penguatan kelembagaan dan kompetensi profesi menjadi salah satu fokus kepengurusan PWI Bali selama lima tahun ke depan. Sesuai adendum PWI Pusat, kelulusan OKK kini menjadi salah satu syarat wajib dalam perpanjangan kartu anggota.
Ketentuan tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk memastikan anggota PWI tetap memahami dan menjalankan standar profesi serta nilai-nilai organisasi.
“Ini menjadi momentum PWI untuk bangkit dan mendedikasikan diri bagi kepentingan bangsa,” kata Dira.
Dalam kesempatan tersebut, Dira juga mengajak peserta menunjukkan solidaritas kemanusiaan terhadap korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Apresiasi terhadap pelaksanaan OKK juga disampaikan Pemerintah Provinsi Bali. Anak Agung Surya Pradipta saat membacakan sambutan Kepala Badan Kesbangpol Bali menegaskan, kemampuan teknis dalam mengolah informasi harus berjalan seiring dengan integritas dan kesadaran terhadap dampak sosial pemberitaan.
“Jadi wartawan tidak hanya membutuhkan kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga membutuhkan integritas dan kesadaran menjaga tanggung jawab sosial kepada publik,” ungkapnya.
Ia berharap OKK dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai organisasi dan profesi wartawan sekaligus memperkuat kesadaran bahwa setiap produk jurnalistik memiliki konsekuensi sosial.
“Kebebasan harus berjalan bersama etika. Kecepatan harus diimbangi dengan ketelitian,” tegasnya.
Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah wartawan senior dan praktisi pers. Pada hari pertama, Widminarko menyampaikan materi mengenai sejarah dan fungsi pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Materi kemudian dilanjutkan IGMB Dwikora Putra yang membahas Kode Etik Jurnalistik, Kode Perilaku Wartawan, serta independensi media.
Pada hari kedua, Emmanuel Dewata Oja mengupas aspek regulasi, khususnya UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, mekanisme penyelesaian sengketa pers, serta penerapan hak jawab dan hak tolak.
Rangkaian materi ditutup Arief Wibisono yang membahas Standar Kompetensi Wartawan (SKW), teknik penulisan dan peliputan berita, hingga simulasi persiapan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Melalui OKK tersebut, PWI Bali berharap dapat memperkuat kualitas sumber daya wartawan sekaligus melahirkan insan pers yang mampu bekerja secara profesional, berintegritas, dan konsisten memegang teguh etika jurnalistik.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta mewujudkan ruang informasi yang sehat, berimbang, dan mendukung kehidupan demokrasi. (M-011)
- Editor: Daton

