Puluhan Siswa Keracunan Makanan Bergizi Gratis di MBD, Balai POM Ambon Uji Lab

Salahsatu Siswa SMPN 1 Pulau Babar, MBD sedang terbaring di Puskesmas akibat dugaan keracunan makanan bergizi gratis.
Salahsatu Siswa SMPN 1 Pulau Babar, MBD sedang terbaring di Puskesmas akibat dugaan keracunan makanan bergizi gratis. (Foto: M-009)

AMBON, MENITINI.COM – Puluhan Siswa Sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 1 Pulau Babar, Negeri Tepa, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Diduga mengalami Keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

Para siswa setelah memakan makanan bergizi gratis mengalami gatal-gatal, sakit kepala, mual-mual, sesak napas, jantung berdebar sehingga harus dilarikan ke Puskesmas kecamatan, kata salahsatu orang tua siswa, kepada wartawan, Jumat (12/9/2025).

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, tengah menunggu sampel makanan dari Tepa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Sampel tersebut nantinya akan diperiksa terkait adanya dugaan keracunan menu MBG yang menimpa puluhan siswa SMP Negeri 1 Pulau pulau Babar, Tepa, pada Kamis (11/9/2025).

Kepala BPOM Ambon Tamran Ismail kepada wartawan, Sabtu (13/9/2025), menyatakan saat ini petugas dari MBG wilayah telah menyimpan sampel untuk dikirim ke Ambon.

BACA JUGA:  Satu Tahun Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Ambon

Sampel tersebut akan diperiksa kimia dan mikrobiologi untuk memastikan kandungan penyebab gejala keracunan pada para siswa.

Masalah Tata Kelola di Balik Kasus Keracunan MBG. Tamran menyatakan pengujian sampel hanya dapat dilakukan di laboratorium di Ambon.

“Karena itu kami masih menunggu sampel dikirim. Hanya saja kemarin saat kejadian lampu padam, jadi sampel basi. Tapi nanti tetap akan kami periksa. Untuk pemeriksaan mikrobiologi sudah pasti tidak bisa lagi. Sebab sudah basi,” kata Tamran.

Sampel makanan yang basi, kata Tamran, telah ditumbuhi sejumlah mikroba.

Hal itu jelas membuat hasil pemeriksaan mikrobiologi akan bias.

BACA JUGA:  Gubernur Hendrik Lewerissa Tegaskan, Maluku Harus Jadi Pemain Utama di Blok Masela, Bukan Penonton 

Dipastikan akan dilakukan pemeriksaan kimia untuk mengecek kandugan di dalam sampel makanan.

Saat ini pihaknya belum dapat memperkirakan penyebab dugaan keracunan di Tepa. Ada sejumlah pengujian dan investigasi tim untuk membuktikannya.

Meski begitu Tamran menyatakan secara umum peluang penyebab rusakanya makanan paling banyak pada durasi penyajian dan waktu makan.

“Kalau dari kasus-kasus keracunan MBG biasanya itu terletak dari lamanya durasi penyajian sampai pada saat makan. Jarak waktu yang terlalu lama berpotensi jadi penyebab keracunan. Tapi bisa juga pada pemilihan bahan baku. Banyak faktor yang harus kami uji,” ujarnya. 

Sementara itu, informasi bahwa ikan dalam menu MBG yang tidak segar juga belum dapat dipastikan kebenarannya. (M-009)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Walikota Ambon, Drs. Bodewin M Wattimena, M.Si.

17 Program Prioritas Pemerintah Kota Ambon

AMBON, MENITINI – Pemerintah Kota Ambon menetapkan 17 program prioritas pembangunan sebagai fokus utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Program ini dijalankan sebagai bagian dari arah

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top