PROPER Diikuti 5.476 Perusahaan, KLH Tegaskan Peran sebagai Motor Transformasi Bisnis Berkelanjutan

Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq
Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq. (Foto: Biro Humas KLH/BPLH)

JAKARTA,MENITINI.COM – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan bahwa Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) kini menjadi instrumen utama dalam mendorong dunia usaha bertransformasi menuju praktik berkelanjutan.

Pada periode 2024–2025, jumlah peserta PROPER mencapai 5.476 perusahaan dari berbagai sektor. Angka ini meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin tingginya kesadaran pelaku usaha dalam mempertanggungjawabkan kinerja lingkungan secara terbuka serta memperkuat akuntabilitas publik.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa PROPER tidak lagi sekadar alat evaluasi administratif. Menurutnya, program ini telah berkembang menjadi pendorong utama perubahan perilaku industri.

“PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Hanif.

Hasil penilaian menunjukkan adanya kemajuan, meskipun tantangan masih besar. Sebanyak 282 perusahaan berhasil meraih kategori beyond compliance, terdiri dari 39 perusahaan berperingkat Emas dan 243 perusahaan berperingkat Hijau. Sementara itu, mayoritas perusahaan berada pada kategori taat dengan peringkat Biru. Namun, masih terdapat perusahaan yang belum memenuhi ketentuan lingkungan, termasuk yang masuk kategori Merah dan Hitam.

BACA JUGA:  Pemprov Bali Siapkan Pendampingan Hukum untuk Mantan Kadis KLH Tersangka Kasus TPA Suwung

Hanif menegaskan pemerintah akan terus melakukan pembinaan hingga penegakan hukum bagi perusahaan yang belum patuh. “Perlindungan lingkungan hidup adalah kewajiban, bukan pilihan,” tegasnya.

Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Sudharto P. Hadi, menambahkan bahwa perusahaan dengan peringkat Hijau dan Emas dituntut melakukan inovasi yang lebih komprehensif. Pendekatan yang digunakan kini berbasis life cycle assessment (LCA), yakni analisis menyeluruh terhadap daur hidup produk.

“Untuk kategori Emas, tidak cukup hanya inovasi lingkungan, tetapi juga inovasi sosial yang mampu mendorong kemandirian masyarakat,” jelas Sudharto.

Dari sisi pelaku usaha, Presiden Direktur PT Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo, menyatakan bahwa pencapaian PROPER Emas oleh anak usahanya, PT Mitra Stania Prima, merupakan wujud komitmen terhadap lingkungan, bukan sekadar penghargaan.

“Yang paling penting dalam mengejar PROPER adalah integritas. Kami berkomitmen untuk tidak mencemari lingkungan dan memberikan nilai lebih bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sepanjang periode penilaian, perusahaan peserta PROPER menghasilkan 1.806 inovasi lingkungan dan sosial. Inovasi tersebut mencakup efisiensi energi dan air, penurunan emisi gas rumah kaca, pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular, hingga perlindungan keanekaragaman hayati.

BACA JUGA:  DPRD Badung Dorong Penguatan Pengelolaan Sampah dari Sumber Jelang Penutupan Organik ke TPA Suwung

Dampaknya juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui program pemberdayaan senilai Rp1,01 triliun serta puluhan ribu kegiatan yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

PROPER 2024–2025 menegaskan pergeseran kebijakan lingkungan hidup Indonesia dari sekadar kepatuhan menuju transformasi sistemik dunia usaha. Melalui transparansi, inovasi, dan tekanan reputasi, PROPER kini membentuk ekosistem baru di mana kinerja lingkungan menjadi bagian integral dari strategi bisnis dan daya saing perusahaan.

Transformasi ini dinilai menjadi fondasi penting bagi masa depan industri nasional, dengan tujuan menyelaraskan pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top