Pemasangan sebanyak 51 titik di desa, menurutnya, hanya menunggu dari pihak desa mengajukan surat permohonan pemasangan “Kita hanya menyediakan sebanyak 51 titik untuk di desa, nanti tergantung pihak desa menentukan tempat titik pemasangan, menunggu surat permohonan pemasangan. Dari 73 titik untuk desa 51 titik sisanya sebanyak 22 titik akan di pasang di wantilan pura, pasar-pasar.
Nanti kita tentukan titik yang lainnya,” jelasnya.
Lebih jelas Raka mengatakan, untuk memberi pelayanan ke desa-desa, pihaknya bekerjasama dengan layanan lcon plus dari PLN. “Kita bekerjasama dengan layanan icon plus, hanya layanan tersebut yang bisa memberi pelayanan sampai ke banjar-banjar yang jauh terjangkau dari kota, selain itu jika ada permasalahan cepat tertangani, dan kita juga punya aplikasi untuk pemantauan,” ujarnya.
Terkait kendala selama ini yang dialami dalam pemasangan, Raka menjelaskan, pihaknya menemukan kendali colokan listrik di tempat pemasangan terutama di banjar adat rusak. “Selain itu kita menemukan gangguan tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. Untuk tempat di dekat pantai kadang-kadang alatnya korusi karena pengaruh hawa air garam. Itu yang sedang kami cari jalan keluarnya untuk korusinya. Untuk gangguan keamanan di Jembrana aman tidak ada gangguan,” ujarnya.
Untuk penambahan titik sebanyak 73 titik di tahun 2023, Raka mengaku, pemasangan sudah berjalan. “Penambahan 73 titik ini untuk menunjang program Smart City Jembrana, kita sudah jadi masang Plan Smart City 2023 sampai 2032 yang dibantu oleh Kominfo RI dan langsung ditetapkan dengan perbub. Kami berharap masyarakat memanfaakan sebaik-baiknya dan masyarakat ikut memelihara wifi tersebut,” pungkasnya. (M-011)

