Sehari sebelum keberangkatan, Minggu (15/2) sore, Presiden mengumpulkan sejumlah menteri bidang ekonomi di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor. Pertemuan tersebut membahas strategi Indonesia dalam menghadapi perundingan ekonomi dengan Amerika Serikat.
Dalam arahannya, Presiden menekankan dua hal utama. Pertama, setiap posisi yang diambil Indonesia dalam negosiasi ekonomi dengan negara mana pun harus memberikan manfaat optimal bagi kepentingan nasional. Kedua, kerja sama ekonomi yang dibangun tidak boleh bersifat jangka pendek semata, melainkan harus mampu memperkuat fondasi industri dalam negeri.
Prabowo juga menggarisbawahi bahwa setiap kebijakan ekonomi pemerintah harus menghasilkan keuntungan konkret dan cepat dirasakan bagi Indonesia. Arahan tersebut menjadi pegangan bagi jajaran menteri untuk menyusun langkah strategis yang terukur dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.*
- Editor: Daton









