Rabu, 29 Mei, 2024

PPI bersama YKI Bali menggelar edukasi kanker serviks dan payudaara di wiswa Sabha Renon Denpasar. (Foto: Istimewa)

DENPASAR,MENITINI.COM-Puluhan orang yang tergabung dalam Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Provinsi Bali mengikuti Edukasi Pencegahan Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara bagi Lansia, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (3/11/2023) pagi.

Bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Koordinator Bali, PPI menggelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara bagi Lansia.

Tak hanya dari Pengurus PPI Kabupaten/Kota se-Bali, kegiatan ini juga diikuti Pakis Bali, Dharma Wanita, PKK, Wanita Tani (WTI) Wanita Hindu (WHDI), PWRI dan organisasi wanita lainnya

Selain itu, juga diisi dengan pengecekan kesehatan gratis, dan juga bonus pemeriksaan pap smear yang cukup hanya membayar Rp 50 ribu saja. Ketua PPI Bali, I Gusti Made Sunendra menyampaikan, sosialisasi ini baru dirancang tiga hari lalu, namun sudah disambut dengan antusias. Dihadiri dari kabupaten/kota se-Bali.

Menurutnya, kegiatan ini terselenggara atas bantuan Pj Gubernur Bali, SM Mahendra Jaya dan Sekda Bali Dewa, Made Indra Selain itu, juga dari anggota PPI Bali dan Bank Mantap. “Luar biasa anggota PPI Bali ini, sedikit saja diimbau langsung berdonasi. Terima kasih juga atas bantuan Bapak Pj Gubernur, Bapak Sekda, dan bapak/ibu yang hadir dalam acara ini,” ungkapnya.

Dikatakan, semua kegiatan PPI Bali ini untuk membantu Pemerintah Daerah. Khususnya terkait program ‘ngrombo’ yang merupakan prinsip gotong-royong dalam membangun Bali ini.

“Kanker serviks dan payudara menjadi momok kaum perempuan. Di mana kanker payudara sebesar 16 persen disusul kanker serviks 10 persen dari semua penderita kanker yang ada,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut dia, melalui sosialisasi dan edukasi ini diharapkan mampu mencegah sejak dini kanker tersebut dengan cara gotong-royong.

“Tentu sosialisasi dan edukasi ini sangat baik karena menghadirkan langsung narasumber dari YKI yang kompeten. Ketimbang terus bertanya di google. Ini dari pakar langsung,” lanjutnya.

Sunendra juga mengutip pepatah dari Negeri Tiongkok, ‘Manusia akan lupa bila mendengar saja, tetapi bila melihat menjadi ingat. Yang lebih penting bisa melakukan sendiri, kita pasti akan bisa’.

“Kami berharap dengan sosialisasi dan edukasi ini, mampu menolong sesama kita. Jangan sampai lebih banyak yang terpapar,” pungkasnya.
Sementara itu, narasumber yang dihadirkan yakni: Ketua YKI Dr. dr. Anak Agung Ayu Ngurah Susraini, Sp., PA., Susbp., S.P. (K), narasumber dr. Melati Wibawa Putri, SP., B (K) Onk, dan dimoderatori Psikolog, Dra. Retno IG Kusuma, M.Kes. *

  • Editor: DRL