Rabu, 29 Mei, 2024

Ilustrasi Kebakaran Hutan. (Net)

TIAKUR, MENITINI.COM – Peristiwa kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di Maluku, saat musim kemarau. Kali ini terjadi di hutan jati yang terletak dipetuanan Desa Tutukey dan Desa Batumiau, Kecamatan Serwaru, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Aparat kepolisian mendapat informasi dari masyarakat terkait peristiwa itu, langsung dengan cepat turun ke lokasi kejadian untuk membantu warga setempat memadamkan api. 

Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Pulung Wietono melalui Kasi Humas IPDA Wempi R Paunno mengatakan, kebakaran hutan yang terjadi pada, Rabu (15/11/2023) malam itu, diketahui setelah Polsek Serwaru yang dikomandoi oleh AIPDA S.H Renwarin bersama 5 anggotanya menerima laporan warga terkait adanya kebakaran hutan jati di daerah itu. 

BACA JUGA:  BMKG Sebut Indonesia Berpotensi Alami Kekeringan Meteorologis

Setelah menerima laporan masyarakat, dengan cepat personel melakukan koordinasi dengan staf Pemerintah Desa Tutukey dan dibantu warga mendatangi lokasi kejadian yang terletak dipetuanan Desa Tutukey dan Desa Batumiau sekira pukul 20.00 WIT. 

Setelah tiba di kawasan hutan jati,  tim gabungan menemukan ada rambatan api yang membesa dan membakar rerumputan dan daun kering. Personel Polsek bersama warga Berjibaku untuk memadamkan kobaran api dengan menggunakan peralatan seadanya guna mencegah penyebaran api ketempat lain. Mereka berhasil memadamkan api melalui proses yang cukup melelahkan, kata Kasi Humas MBD kepada wartawan, Kamis (16/11/2023).

Dikatakan, memasuki musim kemarau panjang, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna mengantisipasi terjadinya kebakaran.

BACA JUGA:  BMKG Sebut Indonesia Berpotensi Alami Kekeringan Meteorologis

Polsek Serwaru selalu siap siaga dan berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui program pembinaan maupun patroli dialogis yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga untuk memelihara hutan, serta berupaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Pulau Letti.

“Kita menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam meningkatkan kewaspadaan karena pada bulan ini sudah memasuki musim kemarau, dimana kebakaran dengan mudah dapat dipicu oleh faktor alam maupun faktor kelalaian manusia itu sendiri,” jelas Paunno. 

Terkait peristiwa itu, sudah menjadi tanggung jawab polisi dalam upaya mencegah dan menanggulanginya melalui kolaborasi antara pihak kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi masalah kebakaran, ucapnya. 

“Bhabinkamtibmas dalam kegiatan sambang desa juga telah mensosialisakan kepada warga tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan serta selalu menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran. Warga juga diarahkan untuk selalu waspada dan melaporkan setiap kejadian yang terjadi, tutupnya. (M-009)

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  BMKG Sebut Indonesia Berpotensi Alami Kekeringan Meteorologis