Senin, 24 Juni, 2024
Polhukam Atensi Pembongkaran Tower di Badung

Polhukam Atensi Pembongkaran Tower di Badung. (Foto: ist)

DENPASAR,MENITINI.COM-Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons surat yang dilayangkan Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (Aspimtel) terkait pembongkaran 48 menara telekomunikasi dan atau Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten Badung, Provinsi Bali sejak Senin (10/4/2023). Dimatikannya perangkat telekomunikasi milik operator yang mencakup Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, dan Smartfren dinilai merugikan banyak pihak serta mengancam pariwisata Bali.

Menjawab surat Ketua Umum Aspimtel Theodorus Ardi Hartoko yang bertindak atas koordinasi dengan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) agar diberikan jalan keluar bersama pada Rabu (10/5/2023), Pemerintah Provinsi Bali kedatangan sejumlah tamu dari pusat.

Tamu dimaksud berasal dari Kedeputian V Polhukam RI, yakni Asisten Deputi Koordinasi Kejahatan Konvensional dan Kekayaan Negara pada Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat; Kedeputian VII Polhukam RI, yakni Asdep Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika, Kabid Informatika, Kabid Telekomunikasi, Analis Sumber Daya Iptek; dan anggota Satgas Pelindungan Data.

BACA JUGA:  Grand Final Pemilihan Duta Anak Badung Tahun 2024 Kembali Digelar

Hadir pula perwakilan dari Kemenko Marinvest, Kemensetneg, Asisten Deputi Hubungan Lembaga Non Pemerintah Kemenkominfo tepatnya Ketua Tim Fasilitasi Infrastruktur Telekomunikasi Kemendagri, Kasubdit Wilayah V Dit. FKKPD Otonomi Daerah, Direktur Kebijakan Persaingan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali.

Tamu-tamu penting utusan Presiden Jokowi ini diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika,dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Gede Pramana. Sayangnya tidak ada yang bisa dikorek dari Pramana terkait materi yang dibahas kedua belah pihak. Dikonfirmasi dua kali pada Rabu, 10 Mei 2023 pukul 13.43 dan 17.40, Pramana tidak menjawab pertanyaan awak media.

Kekhawatiran terjadinya blank spot atau kondisi di mana suatu tempat tidak tersentuh atau tercover sinyal komunikasi, baik untuk komunikasi analog seperti jaringan telepon atau komunikasi digital seperti jaringan internet disampaikan oleh pengamat telekomunikasi sekaligus Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (ITB Stikom) Bali, Dr. Dadang Hermawan.

BACA JUGA:  Sekda Badung Akui Ada Kawasan Kumuh di Kabupaten Badung

“Saya menilai tentunya akan berdampak jika tower berada atau melingkupi area strategis seperti rumah sakit, perkantoran, pusat pendidikan, dan lain-lain lebih-lebih tidak ada tower lain, sehingga menyebabkan area tersebut masuk area blank sport atau dengan kata lain tidak ada sinyal hp. Tapi saya yakin perusahaan yang memakai tower tersebut sudah punya opsi atau plan lain sehingga dampak yang ditimbulkan dari pembongkaran tower tersebut bisa diminimalisir,” ucap Dadang Hermawan, Kamis, 13 April 2023.

Manager Corporate Communications Area Jawa Bali Telkomsel, Erwin Kusumawan menyebut pihaknya memantau serius kondisi jaringan dan layanan Telkomsel terkait pembongkaran 48 tower telekomunikasi di Kabupaten Badung, Bali.

“Telkomsel akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan kualitas jaringan dan layanan di sekitar wilayah tersebut,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pemda Rancang Pembangunan Pusat Distribusi di Mengwi Anggaran Pembebasan Lahan Rp.150 Miliar