Polemik Persatuan Dukun Nusantara Berlanjut, Ini Penjelasan Ketum Perdunu

Gus Abdullah Fatah saat deklarasi Perdunu di Banyuwangi

DENPASAR, MENITINI.COM Deklarasi Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Indonesia menuai polemik yang terus berlanjut. Meski banyak yang menentang pembentukan wadah para dukun, Perdunu Banyuwangi tetap ada.
Mereka siap melakukan klarifikasi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi.

Ketua Umum Perdunu Indonesia, Gus Abdullah Fatah Hasan mengatakan pihaknya segera menemui pemerintah khususnya Dinas Pariwisata Banyuwangi dalam undangan klarifikasi. “Kami siap melakukan klarifikasi. Nanti kita jelaskan detail dasar berdirinya Perdunu,” kata Gus Abdullah Fatah saat dihubungi Rabu (10/2/2021).

Menurutnya, polemik dan komentar negatif yang muncul, karena masyarakat umum tak mengerti wadah yang dibentuknya. Apalagi nama dukun selalu dikonotasikan kesan seram dan aroma mistis yang lebih cenderung pada persepsi negatif.

BACA JUGA:  Rumah Berlantai Dua di Bentas Dilahab si Jago Merah

Padahal menurutnya, jika berbicara dukun semua lapisan masyarakat terlibat mulai tingkatan paling bawah hingga ke pejabat tinggi. Hanya saja itu semua dilakukan secara diam-diam. Karena diakui atau tidak masyarakat Indonesia kulturnya memang kental dengan hal-hal seperti itu.

“Kalau ngomong dukun itu kita memang agak sensi tapi kita harus realistis meluruskan stigma negatif dari istilah itu. Dukun pijat tidak tabu. Tapi tidak bisa langsung dihilangkan, tapi secara bertahap. Perdunu ini memang ingin mengikis persepsi buruk di dunia perdukunan,” ujarnya poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*