Persoalan Stunting Tidak Akan Selesai Jika Penanganan Sanitasi dan Air Bersih Masih Buruk

Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla.
Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla. (Foto: Parlementaria/ Geraldi/Man

“Saya sangat geregetan ya. Di daerah saya itu sangat kurang sekali perhatian atau intervensi yang dilakukan. Apalagi terkait rumah layak huni. Ini masih sangat terbatas. Jadi, kita berteriak. Kita lakukan seruan moral. Kita lakukan kampanye stunting, tapi kalau masyarakat hidup di tempat yang tidak layak, juga menjadi persoalan,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Hampir 10 Persen Anak Indonesia Alami Gejala Gangguan Mental, Kemenkes Perluas Skrining Kesehatan

Lebih lanjut, Ratu meminta Kemenkes dan stakeholder terkait untuk lebih menggaungkan lagi persoalan stunting ini. Sebab, lanjut Ratu, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengerti apa itu stunting. Sehingga, menurutnya program sebaik apapun, tidak akan efektif jika masyarakat sendiri belum mengerti apa itu stunting.

“Mungkin gaungnya lebih dibesarkan atau dibuat kampanye besar-besaran sehingga bisa membuka mata masyarakat. Karena bicara stunting, ketika anak-anak di daerah saya ditanya apa itu stunting? (Mereka menjawab) Stunting itu salah satu destinasi wisata, banyak yang ketawa. Itu pemahaman stunting yang mereka ketahui,” jelas Legislator Dapil NTT II tersebut.

BACA JUGA:  Kematian Dokter Muda di Cianjur Picu Investigasi Campak, Kemenkes Turun Tangan

Sumber: Parlementaria

Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top