Permahi Demo di Polda Maluku Terkait Penanganan Kasus Tanah, Berakhir Tegang

Demonstrasi Permahi di Depan Mapolda Maluku, Senin (18/3/2024). (Foto: M-009)

AMBON, MENITINI.COMDemo yang dilakukan Puluhan massa dari Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) di depan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, yang awalnya damai berubah tegang, dengan saling dorong- mendorong antara petugas polisi yang mengamankan pendemo.

 Aksi Permahi yang dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap), Nadif Pattimura dan Siti Zunaria di kawasan Tantui itu berlangsung, Senin (18/3/2034), sekira pukul 14.20 WIT. 

Awalnya demo berjalan dengan tertib namun berubah tegang karena diduga salah satu aparat kepolisian yang mengawal aksi itu melontarkan kalimat yang menyinggung para massa aksi.

Massa aksi yang mendengarkan kalimat itu, sontak membuat mereka geram dan membalas perkataan tersebut dengan saling dorong dengan petugas kepolisian yang mengawal aksi tersebut.

Tak hanya itu, terlihat juga Kepala Biro Operasi Polda Maluku Kombes Pol Asep Saepudin, yang turun langsung untuk meredahkan para massa aksi. Namum massa aksi tak bisa dihentikan lantaran sudah terlanjur emosi dengan parkataan salah salah satu aparat kepolisian itu.

Dari hasil pantuan media ini di lokasi, Sekira pukul 14. 30 WIT, telihat massa aksi bersama aparat kepolisian salin dorong mendorong.

Kordinator Lapangan (Korlap) Nadif Pattimura dalam orasinya meminta pihak Polda Maluku dan jajarannya untuk segera membasmikan firus mafia tanah milik seorang Janda yakni milik, Ludya Soplanit Papilaya hingga tuntas.

“Untuk itu kami dari Permahi mendesak Kapolda Maluku untuk segera mengevaluasi kinerja bawahannya dalam hal ini penyidiki di Ditreskrimum Polda Maluku,” kata Nadif dalam orasinya.

Sementara itu, Zunaria sesalkan tindakan petugas aparat kepolisian yang melontarkan kalimat yang tak pantas. Tugas kepolisian seharusnya menjaga, melindungi dan mengayomi Mahasiswa maupun Masyarakat pada umumnya.

“Sebagai aparatur penengak hukum tidak pantas kalian memaki kami. Mengeluarkan kata-kata seperti itu, di mana wibawah kalian sebagai Anggota Polisi. Kami kan datang dengan baik-baik, dan kami cuma minta untuk berorasi di depan Polda, kenapa kalian suruh kami aksi di lapangan sini. Tak seharusnya juga kalian harus maki kami,” teriak Siti Zunaria dengan kesal.

Polisi berusaha melakukan pendekatan persuasif dan meminta perwakilan massa pendemo untuk berdialog didalam ruangan Mapolda Maluku. Namun pendemo yang sudah terbawa emosi tidak menghiraukan dan aksi saling mendorong dengan petugas polisi pun tak terelakkan. 

Permahi juga mendesak Ditreskrimum Polda Maluku untuk lebih profesional dan trasparan dalam menangani kasus tersebut, serta mendesak Kapolda Maluku untuk memberikan sangsi kepada penyidik dalam kasus tanah milik seorang Janda, Ludya Soplanit Papilaya.  (M-009)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Nelayan Klungkung Terima Bantuan Freezer

KLUNGKUNG,MENITINI.COM – Nelayan di Kabupaten Klungkung kini memiliki solusi untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ketika belum seluruhnya terserap pasar. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

DENPASAR, Timnas Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung dramatis di Stadion

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, meninjau SMA Negeri 1 Gresik guna mendorong pembentukan generasi muda peduli kelestarian bumi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

SMAN 1 Gresik Jadi Percontohan Sekolah Peduli Lingkungan

GRESIK,MENITINI.COM – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mendorong perluasan Program Adiwiyata sebagai upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top