Rabu, 29 Mei, 2024

Antusiasme pengunjung Paviliun Korea di Jakarta International Food Expo 2023. (Ist)

JAKARTA,MENITINI.COM-Kementerian Pertanian, Pangan, dan Pedesaan (Menteri Jeong Hwang-geun) dan Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (CEO Kim Chun-jin) berpartisipasi dalam ‘Jakarta International Food Expo 2023 (SIAL Interfood Jakarta 2023)’ yang diadakan di Jakarta, selama empat hari dari tanggal 8 hingga 11 November dan mengumpulkan total 38 juta dolar hasil konsultasi ekspor yang telah dicapai.

Jakarta International Food Expo merupakan pameran makanan terbesar di Indonesia yang berlokasi di Jakarta International Expo (JIEXPO). Pameran ini mengundang banyak perusahaan yang bergerak di bidang makanan, minuman, dan HORECA baik lokal maupun mancanegara, menargetkan pasar Indonesia yang sangat potensial dengan 270 juta lebih penduduk. Tahun 2023 ini adalah pameran yang ke-21 yang pernah diadakan.

Dalam Jakarta International Food Expo 2023, Kementerian Pertanian, Pangan, dan Pedesaan dan Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation, bekerjasama dengan 26 perusahaan eksportir K-food membuka ‘Paviliun Korea’ dengan total 28 booth, dan memamerkan berbagai produk K-food, termasuk produk pertanian segar seperti pir, anggur, kimchi, jamur, tteokbokki HMR, saus, snack ringan, dan makanan sehat.

Pada acara ‘Korean Cooking Show’ yang diadakan di meja informasi Paviliun Korea, demonstrasi memasak K-food disiarkan secara real time dan mendapat respon hangat dari pengunjung pameran. Pengunjung juga berbondong-bondong mencicipi makanan yang disediakan yang habis dalam waktu cepat. Makanan yang disediakan ada seperti sandwich Shine Muscat, hotteok, hwajeon, dan yuza ade, yang mana mencerminkan tren makanan desert terkini di Korea.

Pembeli yang mengunjungi Paviliun Korea selama pameran sangat tertarik dengan produk HMR Korea, dan terdapat banyak pertanyaan tentang makanan segar Korea baru seperti pir, anggur, dan kimchi, serta tteokbokki gelas dan makanan olahan nasi untuk anak-anak. Selain itu, snack dan tteokbokki berkualitas tinggi juga mendapatkan respon yang positif, sehingga menghasilkan MOU dan kontrak perjanjian di lokasi. MOU senilai lebih dari 12 juta dollar telah ditandatangani selama pameran.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan zona promosi K-Halal di dalam Paviliun Korea untuk menargetkan pasar halal lokal, memamerkan berbagai makanan Korea yang bersertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) seperti saus tteokbokki, saus, minuman dan snack yang dapat menarik perhatian konsumen Muslim di Indonesia.

Pada pameran ini, perusahaan melakukan upaya praktik manajemen ESG dengan membuat direktori elektronik dan menggunakan kode QR. Secara khusus, 8 resep K-food yang disajikan di ‘Korean Cooking Show’ dapat diakses dengan mudah oleh konsumen dan pembeli lokal melalui Buku E-Recipe yang dirancang agar mudah dipahami para pengunjung yang ingin mencoba membuatnya di rumah.

Kwon Oh-yeop, Direktur Ekspor Makanan, mengatakan, “Karena tahun ini adalah tahun peringatan 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Korea dan Indonesia, kami akan secara aktif melakukan pemasaran untuk melanjutkan pemasaran K-food dan K-culture serta secara aktif mendukung masuknya eksportir Korea ke pasar halal Indonesia melalui sertifikasi halal.” ujarnya.*

  • Editor: DRL