Pergerakan Penumpang Meningkat, Ini Penjelasan Otoritas Bandara Ngurah Rai Denpasar

Penumpang di Bandara Ngurah Rai. (Foto Dokumen)

KUTA, MENITINI.COM -Pergerakan pesawat dan penumpang di Bandara Ngurah Rai mulai menggeliat pada bulan Juni awal Juli tahun 2020. Dari data statistik di bulan Juni 2020, yang dirilis Angkasa Pura I Ngurah Rai tercatat 545 pergerakan pesawat atau tumbuh 69 persen, dan 19.816 penumpang atau tumbuh 124 persen dibandingkan bulan Mei tahun 2020 hanya 322 pergerakan pesawat dan 8.829 penumpang.

Dari jumlah 19.816 penumpang yang terlayani, 18.444 penumpang rute domestik. Sedangkan dari 545 pergerakan pesawat, 470 di antaranya adalah dari rute domestik. “Catatan ini kontras jika dibanding dengan jumlah penumpang serta pergerakan pesawat rute domestik bulan Mei 2020, yang hanya sejumlah 5.099 penumpang dan 173 pergerakan pesawat. Bulan Mei 2020 merupakan periode dengan pencatatan pergerakan pesawat dan penumpang paling rendah,”  kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado saat dihubungi, Minggu (12/7/2020)

Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat di bulan Juni 2020 dibanding dengan bulan Mei 2020, dipengaruhi faktor berakhirnya pembatasan penerbangan komersial rute domestik yang diatur melalui Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2020 pada 7 Juni lalu.

Kendati Permenhub sudah berakhir, selaku pengelola bandara pihaknya tetap menerapkan prosedur protokol kesehatan ketat. Penumpang yang berangkat maupun yang datang di Bali diwajibkan menjalani serangkaian prosedur pemeriksaan, serta diharuskan melengkapi diri dengan sejumlah dokumen persyaratan.

Ia memperkirakan, jumlah pergerakan pesawat dan penumpang di bulan Juli ini kemungkinan besar kembali mengalami kenaikan dibanding bulan Mei dan Juni. Hal tersebut karena sejak hari Minggu (5/7), persyaratan penerbangan dari dan menuju Bali yang diatur melalui Surat Edaran Gubernur Bali No 10925 Tahun 2020 juga akan digantikan dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali No 305/GUGASCOVID-19/VI/2020 “Jadi terdapat penyesuaian ketentuan bagi penumpang rute domestik tujuan Bali untuk dapat menggunakan surat keterangan uji Tes PCR atau surat keterangan Rapid-Test,”ujarnya.

BACA JUGA:  Satu PDP Corona Meninggal di Aceh Pulang dari Malaysia

Sejauh ini tercatat empat maskapai penerbangan dalam negri dan tiga  maskapai asing telah mengajukan permohonan slot penerbangan bulan Juli 2020 dari total 219 penerbangan. Dimana 191 di antaranya adalah rute domestik, sedangkan 28 penerbangan sisanya adalah rute internasional.

Adapun slot penerbangan yang sudah mendapat persetujuan sebanyak 98 penerbangan, yaitu 88 slot domestik, 10 slot internasional. “Rute dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta (CGK) mendominasi dengan 53 penerbangan. Kedua dari dan ke Bandara Halim Perdana Kusuma dengan 17 penerbangan,”ujarnya memastikan rute internasional yang sudah disetujui, diantaranya Doha dengan tujuh penerbangan, dan rute menuju Dubai dengan tiga penerbangan.

Peningkatan penerbangan tersebut dibarengi dengan peningkatan kapasitas terminal. Jika awalnya yang difungsikan itu hanya 35 persen kapasitas, sekarang dinaikkan hingga 50 persen dari kapasitas terminal. Di masa normaql baru ini, pihaknya mengaku tetap memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa bandara, dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

BACA JUGA:  KABAR GEMBIRA: Semua Pasien COVID-19 di RS Kota Wuhan Dipulangkan

Hal ini ditujukan agar pengguna jasa tetap menikmati fasilitas dan pelayanan selama di bandara, serta agar supaya risiko penularan Covid-29 melalui perjalanan udara dapat diminimalisir. “Kedua hal ini menjadi komitmen kami selama masa kenormalan baru ini,”tegasnya.

Ia menambahkan, sepanjang semester pertama tahun 2020, Bandara Ngurah Rai telah melayani 4,79 juta penumpang yang terangkut melalui 37 ribu pergerakan pesawat. Dibandingkan dengan statistik pada periode yang sama di tahun 2019, jumlah penumpang serta jumlah pergerakan pesawat udara pada periode Januari hingga Juni 2020 mengalami penurunan yang cukup drastis. Pada semester pertama 2020, tercatat pergerakan penumpang sebanyak 4.790.431 penumpang, yang keluar masuk Pulau Bali melalui 37.357 pesawat udara. Sedangkan pada paruh pertama 2019, jumlah penumpang dan pergerakan pesawat udara yang terlayani adalah sebanyak 11.165.161 penumpang dan 74.348 pergerakan pesawat udara.

Faktor utama penurunan jumlah pergerakan karena pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda dunia. Hal itu diperkuat dengan turunnya penerbangan internasional hingga 60 persen, serta pergerakan pesawat sebesar 55 persen. Untuk rute domestik, penumpang turun 53 persen, pergerang pesawat turun 45 persen.

“Semester pertama tahun ini statistik jumlah penumpang dan jumlah pergerakan pesawat turun cukup drastis. Masing-masing turun sebesar 57,1 persen dan 49,8 persen. Selisih jumlah penumpang dan selisih jumlah pergerakan pesawat di dua periode mencapai 6.374.730 penumpang dan 36.991 pergerakan pesawat,” tandasnya. ama/don/poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*