Pemprov Bali Gelontorkan Rp 6 Miliar untuk 2.500 Penjor Sambut Delegasi KTT G-20

Pemprov Bali Gelontorkan Rp 6 Miliar untuk 2500 Penjor Sambut Delegasi KTT G-20.
Pemprov Bali Gelontorkan Rp 6 Miliar untuk 2500 Penjor Sambut Delegasi KTT G-20. (Foto: ist)

DENPASAR, MENITINI.COM-Pemprov Bali mengeluarkan dana sebanyak Rp 6 miliar lebih. Dana tersebut untuk mendirikan 2.500 Penjor sebagai ucapan selamat datang bagi para delegasi KTT G-20.

Hal ini disampaikan Kepala SatPol PP Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi usai rapat koordinasi dengan para Kepala SatPol PP kabupaten dan kota seluruh Bali terkait dengan pengamanan dan penertiban baliho di Bali.

Menurut Dharmadi, jumlah dana tersebut diambil dari Provinsi Bali. Dana tersebut akan langsung disalurkan kepada desa adat yang wilayahnya bersentuhan baik langsung maupun tak langsung dengan event KTT G-20. “Jumlah penjor sebanyak 2500.

Jumlah ini akan dipasang di sejumlah titik di wilayah desa adat yang bersentuhan secara langsung dan tidak langsung dengan event KTT G-20. Ada lagi titik yang menjadi kewenangan di luar desa adat seperti di Bandara Ngurah Rai dan Nusa Dua, dalam kompleks ITDC,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gairahkan Pariwisata, KAHMI Dukung Gagasan LBP Work From Bali

Dharmadi juga menjelaskan, dana tersebut akan disalurkan langsung ke desa adat. Desa adat yang akan menyiapkan Penjor dengan segala asesorisnya. Titik pemasangan akan dipetakan sedemikian rupa dan sudah dikoordinasikan dengan pemerintah setempat. Ia mengakui, belum tahu persis jumlah desa adat yang akan menerima dana pembuatan penjor.

Namun dari lokasi event KTT G-20, hampir dipastikan bahwa desa ada yang dimaksud adalah desa adat yang ada di tiga kecamatan di Kabupaten Badung yakni Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan ditambah beberapa desa adat di Kota Denpasar, Gianyar dan Bangli. Sebab wilayah ini yang akan dilalui para delegasi ke tempat menginap atau para delegasi yang akan plesiran ke berbagai obyek wisata.

BACA JUGA:  Kapuspenkum Kejagung: Vonis Lepas Henry Surya pada Kasus KSP Indosurya, Kekeliruan Hakim dalam Menerapkan Hukum

Dharmadi juga menegaskan, anggaran tersebut dinilai terlalu minimalis. Sebab harga satu Penjor yang sederhana saja mencapai Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta. Sementara untuk Penjor yang sedikit bagus harganya bisa mencapai Rp 5 juta. Pemerintah hanya membantu meringankan beban masyarakat untuk mendirikan Penjor. Ia yakin desa adat di Bali juga tidak akan tutup mata terhadap pendirian Penjor di wilayah masing-masing.

Merekalah yang akan menutupi kekurangan-kekurangan tersebut. “Ini adalah kearifan lokal Bali. Kita harus menyiapkan tempat yang nyaman bagi peserta delegasi KTT G-20 dengan sebaik-baiknya. Penjor itu sangat Bali. Ini ciri khas Bali. Kita ingin para delegasi merasa bahwa mereka saat itu berada di Bali,” ujarnya. M-006

BACA JUGA:  Sejumlah Warung di Pantai Melasti Terbakar