Pemkot Denpasar Laksanakan Bhakti Penganyar di Pura Agung Besakih

Jajaran Pemerintah Kota Denpasar mengikuti rangkaian Bhakti Penganyar serangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Senin (6/4).
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Senin (6/4). (Foto: Istimewa)

DENPASAR,MENITINI.COM – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar mengikuti rangkaian Bhakti Penganyar serangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Senin (6/4). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Soma Pon Wuku Sinta ini dipimpin langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa serta Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.

Sejumlah tokoh hadir dalam kesempatan ini, di antaranya Anggota DPD RI Perwakilan Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali IGN Gede Marhaendra Jaya, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra dan Made Okq Cahyadi Wiguna, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta jajaran ketua organisasi wanita di Kota Denpasar. Pimpinan perangkat daerah turut mendampingi dalam rangkaian persembahyangan tersebut.

Sejak puncak Karya pada Purnama Kedasa, Kamis (2/4), arus pemedek terus berdatangan ke kawasan Penataran Pura Agung Besakih untuk menghaturkan bakti. Bhakti Penganyar dari Pemkot Denpasar diawali dengan pementasan Tari Rejang Renteng, Tari Rejang Rwa Bhineda, Wayang Lemah, dan Topeng Wali. Suasana semakin khidmat dengan alunan Gong Gede, kekidungan, dan denting genta sebelum prosesi ditutup dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Gede Putra Talikup dari Griya Kawolu Biau Muncan.

BACA JUGA:  Sosialisasi Pencegahan Kawasan Kumuh Digencarkan, Pemkot Denpasar Terima Sertipikat Jalan Karya Makmur

Wali Kota Jaya Negara mengatakan rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh menjadi momen penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti. Selain itu, upacara ini juga menjadi kesempatan untuk mulatsarira agar tercipta keseimbangan alam beserta isinya.

“Tentu ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta memohon asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Bhakti Penganyar merupakan bentuk rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadharma membangun daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat menyama braya agar yadnya sebagai wujud syukur dapat terus dilaksanakan.

BACA JUGA:  Sosialisasi Pencegahan Kawasan Kumuh Digencarkan, Pemkot Denpasar Terima Sertipikat Jalan Karya Makmur

“Melalui Bhakti Penganyar ini diharapkan mampu memberikan energi Dharma yang dapat memberikan hal positif bagi jagat Bali untuk membersihkan dan menetralisir hal-hal negatif yang tidak diinginkan demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya,” kata Jaya Negara.

Rangkaian upacara Ida Bhatara Turun Kabeh berlangsung selama 21 hari. Puncak karya telah dilaksanakan pada 2 April, dilanjutkan dengan pelaksanaan penganyar dari 3 hingga 22 April oleh seluruh kabupaten/kota se-Bali serta panitia karya Pura Agung Besakih. Adapun panyineban karya dijadwalkan pada 23 April 2026. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top