“Peristiwa Bom Bali merupakan tragedi kemanusiaan yang harus selalu diingat agar tidak terulang kembali. Museum Perdamaian ini menjadi wujud penghormatan kepada para korban sekaligus simbol perdamaian,” ujar Adi Arnawa.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Badung telah mengalokasikan anggaran pembangunan Museum Perdamaian pada tahun 2026 sebagai bentuk komitmen nyata merealisasikan proyek tersebut.
Sementara itu, Konsulat Jenderal Australia Jo Stevens menyampaikan apresiasi atas dukungan dan komitmen Pemkab Badung, khususnya terkait penyediaan lahan untuk pembangunan museum. Ia menyambut baik rencana tersebut dan menilai Museum Perdamaian sebagai simbol persahabatan serta pengingat sejarah bagi generasi mendatang.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Badung. Museum ini akan menjadi simbol persahabatan sekaligus refleksi sejarah yang penting,” kata Jo Stevens.









