logo-menitini

Peduli Warga Binaan, Lapas Wahai Bangun Koordinasi Dengan Pihak Puskesmas Setempat

Ilustrasi pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan.
Ilustrasi pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan.
AMBON, MENITINI – Kepedulian pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus tingkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan. Salah satunya melalui koordinasi dengan pihak Puskesmas setempat guna pengecekan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi Warga Binaan, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan koordinasi ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Lapas Wahai dalam memastikan setiap Warga Binaan memperoleh akses layanan kesehatan yang optimal, termasuk dalam hal administrasi jaminan kesehatan nasional.
Petugas kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti, menjelaskan bahwa pengecekan BPJS ini penting untuk memastikan status kepesertaan Warga Binaan aktif sehingga pelayanan medis dapat diberikan secara maksimal.
“Koordinasi dengan pihak Puskesmas ini kami lakukan untuk memastikan data kepesertaan BPJS Warga Binaan terverifikasi dengan baik. Dengan begitu, apabila diperlukan rujukan atau pelayanan lanjutan, prosesnya dapat berjalan lebih cepat dan tepat,” kata Fitri.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar Warga Binaan, khususnya dalam bidang kesehatan sebagai prioritas utama.
“Kami tidak ingin ada kendala dalam pelayanan kesehatan karena status BPJS yang tidak aktif. Koordinasi dengan Puskesmas Wahai ini sangat penting agar jika terjadi keadaan darurat, Warga Binaan langsung bisa ditangani. Ini adalah wujud nyata pelayanan kami yang humanis dan transparan,” sebut Noya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah proaktif Lapas Wahai dalam memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mendukung pelayanan kesehatan di dalam Lapas.
“Kami mengapresiasi upaya Lapas Wahai yang terus membangun koordinasi dengan instansi kesehatan daerah. Pengecekan BPJS ini merupakan langkah strategis untuk memastikan Warga Binaan mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan. Pelayanan di Lapas harus berintegritas dan profesional. Pastikan jaminan kesehatan mereka terpenuhi, karena itu adalah hak dasar yang dijamin oleh negara,” ujar Ricky.
Lapas Wahai berharap, Warga Binaan dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang terjamin dan memadai menjalani masa pembinaan. (M-009).
BACA JUGA:  Tim Operasi Pekat Polda Maluku Berhasil Amankan 1.180 Liter Sopi di Pelabuhan Gudang Arang Ambon 
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>