Pasar Majelangu Kembali Digelar, Setelah Dua Tahun Terhenti Akibat Pandemi Covid

BADUNG,MENITINI.COM-Setelah sekian tahun vakum karena pandemi Covid-19, Desa Adat Kuta kembali menggelar Festival Seni Budaya.

Ajang tahunan yang diselenggarakan sehari setelah Hari Raya Nyepi ini diselenggarakan spesial. Yaitu Pasar Majelangu yang menjadi ajang promosi UMKM dihadirkan selama 2 hari dari sebelumnya hanya sehari.

Selain itu rangkaian acara terdiri dari parade lomba ogoh-ogoh yang dilaksanakan saat malam pangrukpukan dan ajang kontes kecantikan Jegeg Bungan Desa. 

Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana menerangkan, tahun ini Festival Seni Budaya Deaa Adat Kuta digelar spesial.

Seluruh rangkaian acara dikoordinir Yowana Desa Adat Kuta dibawah bimbingan dan arahan Desa Adat Kuta. Hal itu dilakukan untuk memberikan ruang dan pengalaman kepada para yowana, yang nantinya menjadi generasi penerus desa.

BACA JUGA:  Kasus Korupsi Jumbo Pasar Langgur Malra Tinggal Menunggu Penetapan Sidang 

Pihaknya di desa adat hanya bertondak selaku pengarah, pembimping dan memberikan masukan. “Untuk tahun ini kegiatan Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta sepenuhnya dikoordinir oleh para yowana. Kami di desa adat hanya menyokong dari belakang. Kita ingin kreativitas pemuda ini tidak dibatasi dan tetap berjalan walaupun di tahun politik. Semoga acaranya dapat lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,”ucapnya Selasa (12/3/2024).

Tahun ini ajang promosi UMKM yaitu Pasar Majelangu juga digelar lebih panjang menjadi dua hari. Hal itu dilakukan karena masukan dan harapan krama yang merindukan kegiatan yang sempat terbelenggu pandemi.

Adapun area yang dipergunakan juga diperluas, yaitu dari depan area Pura Segara hingga candi bentar utara dan depan Pasar Seni Kuta II.

BACA JUGA:  Pedagang Berhamburan Minta Tolong, Ular Piton Panjang Empat Meter Masuk ke Rumah Warga

Semula Pasar Majelangu dilaksanakan hanya sehari saat Ngembak Geni. Dengan diperpanjangnya masa Pasar Majelangu diharapkan dapat menjadi ajang promosi dalam meningkatkan kunjungan ke Kuta dan recovery ekonomi.

Masyarakat UMKM yang terlibat diharapkan dapat memperoleh rejeki lebih dan mampu memutar perekonomian desa. Selain karena harapan kerama, diperpanjangnya pasar majelangu juga dilakukan atas banyaknya pihak yang ingin mengisi acara. 

Untuk Pasar Majelangu tahun ini, pihaknya  mengundang pimpinan stakeholder perusahaan dan hotel untuk hadir menyaksikan kegiatan ini. Termasuk kepada pusat study dari Undiknas dan komunitas lainnya atas kontribusinya yang ikut memajukan Kuta. 

Dikonfirmasi terpisah, Bagha Pawongan Desa Adat Kuta, Made Rudika menerangkan pelaksanan Pasar Majelangu berjalan sesuai rencana, kendati sempat dilanda angin kencang yang menyebabkan tenda-tenda stand rusak.

BACA JUGA:  Respon Kelangkaan LPG 3 di Badung, Sekda Koordinasi ke Kantor Pertamina

Hal itu sudah langsung disikapi dan diperbaiki, sehingga pasar majelangu dapat dilaksanakan sesuai rencana. “Kemarin memang sempat terjadi angin kencang yang membuat tenda rusak, tapi itu tidak terlalu signifikan. Saat ini cuaca kebetulan mendukung walaupun agak mendung,” imbuhnya. (M-003)

  • Editor: Daton