Jumat, 12 Juli, 2024
Kasat Bimas Polres Kupang, AKP Victor Saputra saat memberi pengarahan sebelum acara nonton bareng

Kasat Bimas Polres Kupang, AKP Victor Saputra saat memberi pengarahan sebelum acara nonton bareng. (Foto: Istimewa)

KUPANG,MENITINI.COM-Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT), melalui Polres Kupang gencar menyerukan perang melawan Human Trafficking. Sosialisasi dilakukan melalui nonton bareng (Nobar) melibatkan masyarakat setempat di Dapur Manna Sorgawi PPA Glorya, Kelurahan Tuatuka, Kabupaten Kupang, Kecamatan Kupang Timur, Senin (19/6/2023) malam.

Kasat Binmas Polres Kupang,  Ajun Komisaris Polisi (AKP) Victor H.Saputra seizin Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata mengatakan, selain perempuan, anak-anak juga menjadi kelompok yang rentan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau yang lebih dikenal dengan istilah trafficking.  “TPPO merupakan kejahatan kemanusiaan yang akar penyebab masalahnya kompleks, beragam, dengan modus yang terus berkembang,” kata AKP Victor Saputra.

Untuk itu, dalam upaya memberantas TPPO dari hulu sampai hilir, diperlukan sinergi dan harmonisasi dari seluruh pihak terkait, mulai dari keluarga, masyarakat, bersama pendidikan, dunia usaha, bersama masyarakat, dan pemerintah dari pusat hingga tingkat desa. “Saat ini, NTT masuk dalam darurat tindak pidana TPPO atau yang kerap disebut human Trafficking,” ujar mantan Kapolsek Kupang Timur. 

Ia meminta masyarakat jangan mudah percaya bujuk rayu pelaku dengan mengimingi penghasilan yang besar. “Bila menemukan oknum yang menawarkan jasa dan bujuk rayu tersebut agar segera melaporkan kepada kepolisian terdekat,” tegasnya sembari meminta masyarakat bersama-sama memerangi TPPO di Nusa Tenggara Timur yang akhir akhir ini makin marak.  

Lanjutnya, pencegahan perdagangan orang memerlukan dukungan semua pihak, di antaranya pemangku kebijakan di tingkat pusat hingga daerah, termasuk para tokoh agama dan masyarakat. “Perdagangan orang melalui perekrutan pekerja Indonesia ke luar negeri dengan berbagai modus oleh sindikat pelaku diduga terus berlangsung,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Kapolsek  Kupang Timur, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Jhoni F. Lapuisaly. Ia mengajak masyarakat bersama sama menyerukan perang dan berantas kejahatan TPPO. “Masyarakat perlu waspada dan ikut mengawasi aksi TPPO.

Tentunya untuk berhati-hati kepada oknum yang menjanjikan kerja di luar negeri,” pintanya sembari menyampaikan apresiasi kepada warga masyarakat yang antusias mengikuti gelaran sosialisasi ini. “Situasi perdagangan orang atau manusia di Indonesia khususnya di NTT mengkhawatirkan,” ucapnya.

Hadir dalam sosialisasi dan nobar  sejumlah tokoh masyarakat antara lain Ritwan Jahuda Ketty dan Lurah Tuatuka, Abia Benusu SH, Mhum. Tampak warga menyemut di Dapur Manna Sorgawi PPA Glorya Tuatuka, menyaksikan nobar pertandingan sepakbola FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Argentina.  Kehadiran pihak kepolisian berpakaian dinas lengkap juga ikut memantau acara nobar sekaligus menghimbau masyarakat mewaspadai dan ikut memerangi kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). (M-003)

  • Editor: Daton