JAKARTA, Pemimpin Venezuela Nicolas Maduro menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan yang dialamatkan kepadanya dalam sidang perdana di Pengadilan New York, Senin (6/1), menyusul penangkapannya oleh Amerika Serikat pada Sabtu (3/1).
Maduro yang didakwa dalam kasus konspirasi terorisme narkoba serta kepemilikan senjata api ilegal, menegaskan melalui penerjemahnya bahwa dirinya masih menjabat sebagai Presiden Venezuela. Pernyataan itu disampaikan di hadapan majelis hakim dalam sidang awal tersebut.
“Saya tidak bersalah. Saya seorang pria yang baik,” ujar Maduro singkat di ruang sidang.
Dalam persidangan yang sama, Cilia Flores, istri Maduro, juga menyampaikan pembelaan serupa dan menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan pidana yang menjeratnya.
Majelis hakim menjadwalkan sidang lanjutan terhadap Maduro dan istrinya pada 17 Maret 2026 mendatang.









