Musim Hujan Bikin Sendu, Ini Sebabnya!

Musim hujan bikin sendu ada sebabnya - pexels

DENPASAR, MENITINI.COM- Hujan bikin sendu. Fenomena yang terdengar seperti lirik lagu ini ternyata benar adanya lho. Jika awan kelabu dan langit gerimis membuat Anda merasa lebih lelah atau sedih dari biasanya, Anda bukan satu-satunya. Dalam sebuah studi tahun 2020, para peneliti menemukan orang lebih mungkin melaporkan gejala depresi selama cuaca mendung atau hujan.

Tetapi apakah sendu saat hujan dapat menyebabkan depresi? Lebih akurat untuk mengatakan bahwa hujan dapat berkontribusi pada suasana hati yang buruk, serta depresi musiman. Simak fakta berikut untuk mengetahui mengapa hujan membuat Anda merasa sedih, beserta tips mengelola suasana hati Anda!

Hubungan Musim Hujan dan Depresi

Karena depresi adalah kondisi kesehatan mental yang melibatkan kriteria diagnostik tertentu, hujan sangat tidak mungkin secara langsung menyebabkan depresi. Tetapi mungkin saja hujan memperantarai episode depresi Anda. Menurut pedoman diagnosis mental DSM-5, depresi harus melibatkan gejala seperti perasaan sedih, putus asa, dan kekosongan, kelelahan atau kekurangan energi, perasaan bersalah atau berkurangnya harga diri, perubahan dalam tidur dan nafsu makan bahkan muncul pikiran untuk bunuh diri. Gejala tersebut harus terjadi dalam minimal 2 minggu sebelum diagnosis tegak. Jadi bukan tiba-tiba ya.

Penyebab Musim Hujan Mempengaruhi Suasana Hati

  • Gangguan depresi mayor (MDD) dengan pola musiman

Anda mungkin mengetahui ada jenis depresi yang musiman atau gangguan afektif musiman (SAD). Depresi musiman melibatkan gejala depresi selama waktu-waktu tertentu dalam setahun, biasanya saat hari gelap, basah, dan dingin. Hidup dengan depresi musiman berarti Anda lebih mungkin mengalami efek negatif pada suasana hati Anda sebagai akibat dari cuaca. Sebuah studi tahun 2017 menunjukkan perpaduan faktor terkait cuaca dapat berkontribusi terhadap depresi musiman melalui penurunan sinar matahari dan kadar serotonin.

BACA JUGA:  Belajar dari Kasus Brebes, Pentingnya Memahami Depresi pada Wanita
  • Kurangnya sinar matahari

Penelitian menyoroti pentingnya paparan sinar matahari untuk mengatur kadar serotonin. Dan saat tubuh Anda bersiap untuk tidur, ia mengubah beberapa serotonin menjadi melatonin, yang mendukung tidur yang optimal. Jadi, awan hujan yang terus menerus menghalangi matahari dapat mengganggu produksi serotonin dan melatonin. Gangguan ini dapat mendatangkan kekacauan jadwal tidur Anda. Imbas panjangnya, dapat memengaruhi tingkat energi dan suasana hati Anda sepanjang hari.

  • Kekhawatiran tentang perubahan iklim

Perubahan iklim merupakan sumber kecemasan bagi banyak orang, dan perasaan tidak berdaya tentang keadaan planet ini juga dapat menyebabkan kesedihan atau depresi. Kekeringan, banjir, dan perubahan pola hujan terkait iklim lainnya dapat dengan mudah berdampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan, terutama ketika perubahan ini memengaruhi Anda secara langsung.

  • Kebosanan

Rasa sedih atau kecewa saat cuaca hujan menggagalkan aktivitas adalah hal yang wajar. Namun, semakin lama Anda terjebak dalam ruangan, semakin dalam efek suasana hati negatif ini. Apalagi jika Anda tipe yang tidak bisa duduk diam dalam waktu lama. Misalnya, Anda mungkin sudah berencana untuk melakukan petualangan namun harus berakhir duduk diam di dalam rumah. Rasa bosan jadi makin menggerogoti Anda.

Faktor lain yang berkontribusi

Selain yang telah disebutkan, ada beberapa faktor lain yang berkontribusi dalam perubahan suasana hati Anda saat hujan. Beberapa faktor utama antara lain:

  • Gaya hidup sedentary dan pasif
  • Stres kronis
  • Nutrisi dan pola makan tidak seimbang
  • Riwayat trauma dan kedukaan
  • Genetika

Cara Memperbaiki Suasana Hati saat Musim Hujan

Manusia dan sinar matahari adalah hubungan yang sulit dipisahkan. Sadar atau tidak, banyak aspek fisiologis yang bergantung pada paparan sinar matahari. Kristine Berrett, seorang psikolog klinis merumuskan beberapa cara untuk memperbaiki suasana hati walau tanpa sinar matahari :

BACA JUGA:  Waspada! Ini Lima Titik Lengah Penularan Omicron

1. Gunakan terapi cahaya

Terapi cahaya terang adalah pengobatan populer untuk depresi musiman. Paparan cahaya putih terang spektrum penuh, terutama  pagi hari, dapat membantu mengatur ritme sirkadian Anda dan mengurangi gejala depresi. Terapi cahaya juga dapat meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh Anda, mengurangi kerentanan Anda terhadap suasana hati yang buruk.

2. Berolahraga di dalam ruangan

Cuaca bukanlah penghalang untuk tetap aktif. Beberapa ide untuk tetap aktif tanpa meninggalkan rumah Anda antara lain memutar video panduan yoga, Pilates, atau pelatihan interval intensitas tinggi (HIIT) lewat YouTube, membersihkan rumah secara manual atau membereskan lemari pakaian. Jika Anda tinggal di kantong-kantong hujan, Anda dapat mempertimbangkan berinvestasi peralatan olahraga dalam rumah.

3. Prioritaskan tidur

Anda mungkin merasa lebih lelah selama hari-hari yang gelap dan hujan. Aturlah jadwal tidur yang teratur seiring berjalannya musim. Pengaturan ini berarti tidur dengan jumlah jam yang sama tiap harinya termasuk saat akhir pekan. Mengatur tidur dapat meningkatkan motivasi dan berenergi bahkan ketika dikelilingi oleh hujan dan awan.

4. Tahan keinginan isolasi

Menurut sebuah penelitian tentang efek penguncian selama pandemi COVID-19, isolasi dapat berperan dalam gejala kesehatan mental. Semakin lama isolasi, semakin parah potensi efeknya. Termasuk isolasi akibat hujan yang terus-menerus yang membuat Anda tidak bisa keluar rumah. Berrett menjelaskan bahwa penting untuk tetap merencanakan pertemuan dengan orang lain selama meski lewat elektronik. (M-010)