DENPASAR, MENITINI.COM- Hujan bikin sendu. Fenomena yang terdengar seperti lirik lagu ini ternyata benar adanya lho. Jika awan kelabu dan langit gerimis membuat Anda merasa lebih lelah atau sedih dari biasanya, Anda bukan satu-satunya. Dalam sebuah studi tahun 2020, para peneliti menemukan orang lebih mungkin melaporkan gejala depresi selama cuaca mendung atau hujan.
Tetapi apakah sendu saat hujan dapat menyebabkan depresi? Lebih akurat untuk mengatakan bahwa hujan dapat berkontribusi pada suasana hati yang buruk, serta depresi musiman. Simak fakta berikut untuk mengetahui mengapa hujan membuat Anda merasa sedih, beserta tips mengelola suasana hati Anda!
Hubungan Musim Hujan dan Depresi
Karena depresi adalah kondisi kesehatan mental yang melibatkan kriteria diagnostik tertentu, hujan sangat tidak mungkin secara langsung menyebabkan depresi. Tetapi mungkin saja hujan memperantarai episode depresi Anda. Menurut pedoman diagnosis mental DSM-5, depresi harus melibatkan gejala seperti perasaan sedih, putus asa, dan kekosongan, kelelahan atau kekurangan energi, perasaan bersalah atau berkurangnya harga diri, perubahan dalam tidur dan nafsu makan bahkan muncul pikiran untuk bunuh diri. Gejala tersebut harus terjadi dalam minimal 2 minggu sebelum diagnosis tegak. Jadi bukan tiba-tiba ya.
Penyebab Musim Hujan Mempengaruhi Suasana Hati
Gangguan depresi mayor (MDD) dengan pola musiman
Anda mungkin mengetahui ada jenis depresi yang musiman atau gangguan afektif musiman (SAD). Depresi musiman melibatkan gejala depresi selama waktu-waktu tertentu dalam setahun, biasanya saat hari gelap, basah, dan dingin. Hidup dengan depresi musiman berarti Anda lebih mungkin mengalami efek negatif pada suasana hati Anda sebagai akibat dari cuaca. Sebuah studi tahun 2017 menunjukkan perpaduan faktor terkait cuaca dapat berkontribusi terhadap depresi musiman melalui penurunan sinar matahari dan kadar serotonin.

