Mantan Gubernur Ini Sebut Dana Rp40 Miliar Renovasi Kantor Gubernur Nanggung

MATARAM,MENITINI.COM – Rencana Pemprov NTB dibawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Gubernur H. Lalu Gita Ariadi melakukan renovasi kantor gubernur dengan biaya senilai Rp 40 miliar dalam APBD 2024, menuai kritik mantan Gubernur NTB Zulkieflimansyah. 

Menurut Bang Zul, panggilan karib Zulkieflimansyah itu, dana senilai Rp 40 miliar untuk renovasi kantor sangat nanggung. 

Terlebih, dana senilai Rp 40 miliar diperoleh dengan harus mengorbankan  program lain yang memberikan dampak pada kemajuan sumber daya manusia (SDM) di NTB. Yakni, bea siswa pada mahasiswa NTB berkuliah keluar negeri. 

“Kalau dana Rp 40 miliar untuk renovasi dan  mengorbankan program lain yang menurut saya punya impact yang sangat bagus buat jangka panjang seperti beasiswa, ya sayang aja,” tegas Zulkieflimansyah pada wartawan, Jumat (15/3). 

BACA JUGA:  Pemuda Asal Dusun Eri Kota Ambon, Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri

Politisi PKS ini mengaku bahwa selama lima tahun bersama mantan wakil gubernur Sitti Rohmi Djalilah berkantor di Jalan Pejanggik Nomor 12, Kota Mataram, dirinya sama sekali tidak merasakan kantor gubernur perlu dilakukan renovasi. 

Sebab, tata letak kantor tersebut sangat nyaman bagi jajaran ASN lingkup Pemprov. “Kan saya sudah lima tahun menempati disana (kantor gubernur NTB).  Dan  sudah bagus ya, baru direnovasi lagi akibat sempat kena gempa beberapa waktu lalu, di saat era saya,” ujar Zulkieflimansyah. 

Lebih lanjut dikatakannya, jika ingin memperbaiki kantor Gubernur NTB, sekalian yang bagus. Dengan anggaran Rp40 miliar apalagi mengorbankan program beasiswa NTB dinilai tanggung. 

Untuk itu, banyak pihak  yang  kemudian mencurigai ada apa di balik proyek renovasi Kantor Gubernur NTB. “Mudah-mudahan saja enggak tambal sulam, sehingga betul-betul memperbaiki untuk kebaikan kita bersama,” ucap Zulkieflimansyah. 

BACA JUGA:  Seorang Pria di Ambon Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekda NTB Ibnu Salim yang dikonfirmasi terkait kritik mantan Gubernur NTB Zulkieflimansyah tersebut menjelaskan bahwa renovasi Kantor Gubernur NTB adalah kebutuhan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.

Menurutnya, kondisi bangunan kantor gubernur sudah cukup tua dan sejumlah bangunan bocor. Kantor Gubernur NTB yang berdiri saat ini diresmikan pada 1977.

“Renovasi kantor Gubernur itu dalam rangka melengkapi fasilitas publik..Sebagai destinasi wisata MICE, kita juga banyak kehadiran tamu nasional maupun internasional yang mana kantor gubernur itu adalah etalase dan ikon daerah kita. Etalasenya harus diperbaiki pada bagian depannya,” jelas Ibnu Salim. (M-003)

  • Editor: Daton